By 28 December 2017

Ribuan Dukun Bayi dan Kader Posyandu dapat Uang Transport

Wakil Bupati Narjo menyalami para dukun bayi dan kader Posyandu sekaligus memberikan insentif berupa uang transport

BREBESNEWS.co – Ribuan kader posyandu dan dukun bayi, diajak untuk melakukan gerakan kawal ‘wong meteng’, mengigat Kabupaten Brebes masih tinggi dalam kematian ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan.

Gerakan tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar bersama antara Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Kader Posyandu dan dukun bayi.

“Semua harus bergerak, mengawal wong meteng agar manene sehat bayine selamet,” ajak Wakil Bupati Brebes Narjo SH saat temu kader dan dukun bayi guna mendukung gerakan Brebes Kawal Wong Meteng, di aula SMA Negeri 1 Larangan, Rabu (27/12/2017).

Narjo menandaskan keberadaan ibu yang mengandung sangat membutuhkan pertolongan semua pihak. Untuk itu, harus diketahui keberadaannya dan juga harus perhatikan ditolong saat persalinannya.

“Semua harus terlibat mengawal wong meteng, dari suami, keluarga, Bupati, polisi, TNI dan seluruh warga masyarakat untuk peduli kepada wong meteng,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, wakil bupati memberikan bantuan transport kepada para dukun bayi dan kader posyandu.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Brebes dr Sri Gunadi Purwoko menjelaskan, sebanyak 1.298 Dukun bayi dan 8.160 Kader posyandu se kabupaten Brebes.

Masing masing dukun bayi dan kader posyandu mendapatkan Rp 250 ribu.

Para Dukun bayi dan kader posyandu juga hadirin mengucapkan ikrar gerakan mendukung kawal wong meteng. Kegiatan serupa digelar di Yayasan Bakti Setia Losari untuk Sembilan Puskesma wilayah BLUD Tanjung

Sedangkan di Pendopo Brebes, dihadiri langsung Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH untuk wilayah BLUD Brebes.
Diakui Bupati, angka kematian Ibu di Brebes masih tinggi karena ada 31 orang yang meninggal di tahun 2017.

“Ditingkat hulu diperlukan kesadaran masyarakat dan pihak pihak terkait dalam upaya promotif dan preventif. Sedangkan ditingkat hiling perlu ditingkatkan penanganan kuratif,” ujarnya.

“Dengan demikian, bisa memberikan perlindungan kepada ibu dan bayi untuk mendapatkan pelayanan persalinan yang aman, meningkatnya pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan dan mengurangi tingginya kematian ibu,” tandas Idza. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi