BrebesNews.Co 21 January 2018 Read More →

“Jangan Minder, Banser Adalah Saudara Tua TNI – Polri “

Apel Kesetiaan NKRI oleh anggota Banser Kabupaten Brebes di alun-alun

BREBESNEWS.co – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, meski menjadi anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) tidak mendapat gaji, namun jangan minder. Karena sejatinya Banser merupakan saudara tua TNI maupun Polri.

“Sebab sebelum lahirnya TNI dan Polri, Banser lebih dulu ada karena didirikan para kiyai dan ulama sebelum masa sebelum kemerdekaan,” seru Gus Yaqut saat memberikan orasinya di acara apel Kesetiaan NKRI Banser, di alun-alun Brebes, Sabtu (20/1/2018).

Untuk itu, kata Yaqut, sebagai anggota Banser kita harus tetap memegang teguh menjaga keutuhan NKRI hingga akhir hayat.

Gus Yaqut saat memberikan orasinya di apel kesatiaan NKRI oleh Banser di alun-alun Brebes

4 Karakter Banser

Gus Yaqut dalam kesempatan itu juga, mengingatkan agar nggota Banser selalu berpegang pada 4 karakter sebagai kader Nahdlatul Ulama yang berbegang pada ajaran Ahli Sunah Wal Jamaah atau As – Waja.

Menurut Gus Yaqut, keempat karakter tersebut yakni pertama, karakter kepemudaan. Sebagai kader Banser dan Ansor harus memiliki jiwa muda, meskipun potonganya tua.

“Meskipun usainya sudah tua, rambutnya tidak lagi hitam tapi bila semangatnya harus muda,” ujar Yaqut.

Karakter kedua, yakni karakter kerakyatan. Yakni sebagai Banser-Ansor harus bermanfaat bagi rakyat sekitar.
Untuk itu, Banser harus bantu program-program pemerintah demi kesejahteraan rakyat. Bila menemui orang yang susah, Banser dan Ansor harus menjadi orang yang pertama kali turun untuk menolong mereka.

“Apalagi di Kabupaten Brebes, Bupatinya Idza Priyanti merupakan kader Fatayat NU. Untuk itu sudah sepatutnya Banser harus membantu program-program Bupati,” ucap putra ulama kharismatik asal Rembang Jawa Tengah KH Kholil Bisri ini.

Ketiga, lanjutnya, karakter keislaman, sebagai kader Banser dan Ansor harus mengawal para kiai, ulama, selain mengawal NKRI.

Sedang Keempat, karakter kebangsaan.

“Jangan mundur sejengkalpun, jangankan hanya jiwa, raga, nyawapun harus kita korbankan untuk NKRI. Harga diri kita sudah diinjak-injak oleh mereka yang mau mendirikan agama Islam di Indonesia, maka apapun harus kita lawan,” tandasnya.

Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menjelaskan, Apel kesetian NKRI Banser-Gp Ansor di alun-alun Kabupaten Brebes, Jawa Tengah diikuti lebih dari 5000 peserta.

Apel kesetian mengusung tema “Pemuda Kini Jaga NKRI” digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan GP Ansor untuk melawan kelompok-kelompok yang ingin mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atraksi Banser di apel kesetiaan NKRI di alun-alun Brebes


Berbagai Atraksi

Apel diwarnai pula dengan berbagai atraksi kanuragan khas yang dipunyai anggota Banser, seperti berbaris tengkurap lalu di lindas motor Trail, mematahkan besi dengan tangan, tangan dibor, menginjak pecahan kaca (beling).

Terakhir atraksi yang menegangkan, yakni memanjat tiang bambu dengan menginjak mata tangga berupa pedang samurai.

Tampak hadir, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin, Rois Syuri’ah PCNU Brebes KH Aminudin Mashudi, Ketua Tanfidziyah PCNU Brebes KH Athoillah Syatori, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakili Bupati Brebes, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, Wakapolres Brebes Kompol Wahyudi, para Anggota DPRD dan undangan lainnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi