By 9 January 2018

Korban Penganiayaan Mahasiswa UPB Lapor ke Polres Brebes

M Sukron Ma’mun (19), mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) menunjukan luka yang dialaminya akibat penganiayaan rekan mahasiswanya

BREBESNEWS.co – Merasa tidak ada kejelasan penyelesaian kasusnya, M Sukron Ma’mun (19), mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Brebes, Senin (9/1/2018) mendatangi Polres Brebes.

Ia yang ditemani salah satu penasihat hukumnya Ana Adi Anto, dan saudara perempuannya, ke Polres Brebes untuk melaporkan penganiayaan yang menimpanya tanggal 11 Desember 2017 lalu.

Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mahapala) Universitas Peradaban Bumiayu.

Kepada awak media, usai pemeriksaan yang dilakukan oleh Penyidik I, Sukron menceritakan, kejadiannya bermula saat dirinya mengkritisi mahasiswa anggota organisasi intrakampus yang dinilainya tak memiliki program kerja yang jelas melalui aplikasi WhatsApp (WA), kepada seorang teman kampusnya.

Kemudian, kritikan itu di-screenshoot oleh teman perempuannya yang memberikannya kepada anggota organisasi.

“Saya dipanggil untuk menemui mereka di ruang sekretariat. Di sana, saya bermaksud minta maaf atas kritikan yang sudah dikirimnya lewat WA. Selain itu juga mengakui jika perkataan saya ada yang salah,” ucap M Sukron Maimun, di Mapolres Brebes.

“Namun, niat meminta maaf kepada anggota organisasi kampus itu malah berujung penganiayaan.”

Pertama, lanjut dia, ia mengaku kepalanya dipukul sebanyak tiga kali, dan dahinya di sundut api rokok. Selanjutnya akibat pukulan yang dilakukan beramai-ramai saya pingsani.

“Enggak tau pas sadar saya tergeletak di ruang secretariat dengan tulang di pundak terasa nyeri dan susah digerakan, seperti ada retakan di tulang,” katanya.

Untuk pelakunya, ujar Sukron, ada sekitar lima hingga sepuluh mahasiswa, karena saat di pukul dirinya langsung pingsan.

Mahasiswa jurusan ilmu komunikasi semesetar I itu juga mengaku sempat mendapatkan ancaman akan dibunuh, atau di kubur hidup-hidup oleh para penganiayanya jika menceritakan hal itu kepada orang lain.

Setelah sempat mendapat perawatan tiga hari di rumah sakit Ortophedi di Purwokerto, akhirnya dia beserta keluarga memberanikan diri melaporkannya ke Polsek Paguyangan.

“Kejadian itu, sempat dilaporkan ke Polsek Paguyangan. Beberapa saksi juga sudah dipanggil polisi,” ujarnya.

Karena tidak ada kejelasan, akhirnya Sukron Ma’mun dengan didampingi penasiahat hukumnya meloprakannya kepada Polres Brebes.

Sementara itu, pihak Penyidik maupun Kasat Reskrim Brebes belum bisa di konfirmasi perihal penganiayaan itu.

Menurut Kasat Reskrim AKP Arwansa, polisi baru menyidik keterangan korban dan para saksi-saksi yang di duga para pelaku penganiayaan. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal