BrebesNews.Co 22 January 2018 Read More →

Seminar Nasional Madrasah : ” Budayakan Pembelajaran Madrasah yang Ceria “

Seminar nasional pendidikan di Islamic Center Brebes peringati Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI ke 72

BREBESNEWS.co – Kepala Sub Direktur Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Kurikulum, Saranan Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr H Ahmad Hidayatullah, menegaskan mutu madrasah perlu campur tangan birokrasi.

Campur tangan ini bukan pada sisi akademik tetapi pada fasilitasi dan supporting demi penguatan madrasah untuk mewujudkan kualitas.

“Pemberdayaan madrasah perlu ada arah teknis birokrasi dan fungsional untuk kembali ke khitah,” ujarnya saat menyampaikan seminar nasional pendidikan di Islamic Center Brebes, Sabtu (20/1/2018).

Kata Ahmad, untuk fasilitasi dan supporting misalnya penganggaran, tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada komunitas madrasah.

Strategi penguatan penganggaran harus ada campur tangan pemerintah baik itu Presiden, Gubernur dan Bupati. Madrasah sangat membutuhkan operasional yang besar sekali meskipun sudah ditunjang BOS.

“Para birokrat harus mencarikan jalan seperti potensi potensi dana yang ada di Negara kita terkait penganggaran untuk madrasah negeri dan swasta sesuai tingkatannya di Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten,” tegasnya.

Penguatan kualitas madrasah, lanjutnya, perlu juga pemberdayaan madrasah melalui inovasi dalam penyelenggaraan.

“Investor akan tertarik manakala madrasah memiliki akuntabilitas yang tinggi dengan sistem keuangan yang bagus serta manajemen yang ramah investasi,” ucapnya lagi.

Birokrat jangan mengambil porsi pekerjaan fungsional misalnya pembelajaran, akademik. Birokrat cukup memberi rambu-rambu pembelajaran dan mengawasi.

Inovasi kurilulum

Agar bisa nyaman membawakan realisasi pembelajaran yang berprestasi dia juga mengajak perlunya inovasi implementasi kurikulum.

“Didalamnya harus ada rekayasa penataan rekstrukturisasi kurikulum berdasarkan karakteristik muatan mata pelajaran,” paparnya.

Mata pelajaran yang dominan kognitif maka diajarkan yang strategi kognitif, yang dominan ketrampilan, yang estetika dengan strategi kesenian, ketrampilan fisik dengan strategi ketrampilan olahraga misalnya.

“Sesuai dengan bakat minatnya,siswa  akan focus di satu bidang meskipun pelajaran yang lain diikuti sesuai dengan proporsinya,” ungkapnya.

Tak kalah penting, lanjutnya, di madrasah perlu dibangun penjaminan mutu yang renteng dengan penerapan aplikasi.

Didalamnya fasilitasi keutuhan guru akan bahan pembelajaran, perangkat pembelajaran, alat perangkat pembelajaran didalamnya dijalan bentuk member by name by address.

Kemudian, Madrasah memiliki gerakan budaya madrasah yang ceria berprestasi.

Untuk menciptakan Madrasah yang Ceria Berprestasi dikuatkan dengan empat budaya yakni Budaya kepuasan kepada semua pihak, budaya kehandalan data, penjaminan mutu dengan aplikasi, dan budaya respek.

“Perlu ada paradigma yang berubah untuk mewujudkan madrasah yang ceria berprestasi,” pungkasnya.

Ketua PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Robihun menjelaskan, seminar digelar dalam rangka peringaan Hari Amal Bakti Kemenag ke-72.

Seminar diikuti anggota PGRI Cabsus sebanyak 925 orang yang berasal dari guru dan Kepala RA, MI, MTs, MA negeri dan swasta se Kabupaten Brebes.

Narasumber lain, Kepala Kanwil Kemenag Prov Jateng M Farhani SH MM, Auditor Inspektorat Jenderal Kemenag RI Moh Fahri SH dan Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes H Mahrus. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan