By 11 January 2018

Tiga Penganiaya Mahasiswa UPB Akhirnya Ditahan Polisi

Ketiga mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) yang di sanggka telah menganiaya adik kelasnya

BREBESNEWS.co – Tiga mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) yang di duga telah menganiaya rekan mahasiswa adik kelasnya, akhirnya di tahan polisi Brebes.

Mereka ditahan sejak ditetapkannya sebagai tersangka, usai di sidik bersama dengan korbannya, yakni Sukron Ma’mun (19) mahasiswa tingakat satu, Rabu (10/1/2018) kemarin.

Ketiga yang ditahan yakni Heidar (21) asal Paguyangan, Arfan (22) Bumiayu dan Abdurahman (22) Tonjong.

Penganiayaan terjadi pada tanggal 11 Desember 2017 tahun lalu itu, mengakibatkan korbannya, yakni Sukron mengalami patah tulang belikat di tangan kanannya, hingga harus menjalani opnamu di RS Orthopedi Purwokerto selama 3 hari.

Selain itu Sukron juga mengaku pelipisnya sempat di sundut rokok yang masih menyala dan di tendang dan di pukul mukanya hingga tak sadarkan diri.

Kastrsekrim Polres Brebes AKP Arwansa mengatakan, ketiga mahasiswa tersangka dalam penyidikan mengakui sudah menganiaya korban.

“Mereka aka dikenai pasal 170 KUHP, yakni penganiayaan dengan kekerasan dengan anacaman hukuman 9 tahun penjara,” ujar Arwansa di Mapolres Brebes, Kamis (11/1/2017).

Arwansa juga masih mendalami lagi keterlibatan 2 rekan mahasiswa penganiaya yang diindikasikan terlibat waktu terjadi peristiwa tersebut.

Berdasarkan penuturan yang diungkapkan korban (Sukron Ma’mun-red) kejadian penganiayaan bermula saat banyaknya warga protes soal pembuatan pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geotermal) di wilayah Kaligua Paguyangan.

Oleh korban, mengirimkan pesan lewat Whats up kepada rekan perempuan yang tergabung di Mahsiswa Pencinta Alam (Mahapala) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), dengan bunyi kritakan Mahapala tidak punya gerakan dalam mengkritisi pembuatan listrik pembangkit listrik.

Namun oleh teman putrinya, pesan WA tersebut di screenshot ke rekan-rekan Mahasiswa yang tergabung dalam Mahapala UPB tersebut.

Tak terima dikritik oleh mahsiswa juniornya, anggota Mahapala yang rata-rata sudah semester 5 ini tak terima, yang berujung penganiayaan.

Haidar dalam pengakuannya kepada wartawan merasa menyesal atas kejadian itu.

“Saya menyesal dengan kejadian itu, hingga berakibat harus berurusan dengan hukum,”tuturnya lirih kepada wartawan yang mewancarainya saat diberada di ruang penyidikan Reskrim Polres Brebes. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal