BrebesNews.Co 10 February 2018 Read More →

Antisipasi Banjir Susulan, Idza Cek Lokasi Penyebab Banjir

Idza berkerudung saat sedang melihat kondisi penyebab banjir yang menimpa di wilayah Kecamatan Jatibarang dan Songgom Jumat malam

BREBESNEWS.co – Menyusul terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Jatibarang dan Songgom, Jumat malam (9/2/2018), Bupati Idza Priyanti, Sabtu pagi (10/2/2018) melakukan peninjauan keberbagai lokasi yang ditengarai menjadi penyebab banjir.

Peninjauan dilakukan untuk mengantisipasi dan mencari solusi kemungkinan terburuk terjadinya banjir di Brebes.

“Jangan tunggu waktu, kita harus lakukan antisipasi dini agar tidak terjadi banjir lagi banjir susulan,” kata Idza Priyanti saat melakukan peninjauan lokasi penyebab banjir di kecamatan Brebes dan Jatibarang.

Idza menyakini, apa yang dilakukan manusia akan berimbas pada manusia itu sendiri.

Bencanapun demikian, banyak sekali disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Seperti banjir, bisa terjadi akibat manusia membuang sampah sembarangan ataupun sebab rapuhnya alam karena dirusak manusia.

 

Idza membonceng petugas wanita saat meninjau beberapa pintu air dan tanggul penyebab banjir di wilayah Jatubarang dan Songgom

Tinjau Tanggul Pemali

Sebelum peninjauan di wilayah Jatibarang, peninjauan dilakukan Bupati antara lain pada Jumat malam (9/2/2018) meninjau tanggul Kali Pemali yang terletak di desa Tengki, Kecamatan Brebes.

“Sepulang Musrenbang Provinsi di Semarang, Mendengar debit sungai Pemali meninggi, Saya langsung meninjau tanggul Kali Pemali di Desa Tengki, Alhamdulillah sudah diantisipasi dan aman,” kata Idza.

Setelah dari Desa Tengki, pagi harinya, Sabtu (10/2) Bupati didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Edy Kusmartono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eko Andalas Muchti, Kepala Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Air Agus Asyari meninjau tanggul Kali Pemali di Desa Terlangu.

Di pintu air desa Terlangu, Idza mendapati Dinas terkait bersama warga setempat telah melakukan penambalan tanggul dengan karung yang berisi tanah sepanjang lebih kurang 10 meter dengan kedalaman 5 meter.

Warga juga menunjukan dua titik tanggul yang membahayakan karena tanggul tidak ada bantarannya lagi akibat gerusan air.

“Setelah ditelisik, ternyata warga mengambil tanah di samping tanggul untuk membuat batu bata.,” ujar Idza.

Peninjauan dilanjutkan ke bendungan Kaligodang desa Buaran. Jumat malam (9/10) air sempat meluap ke perkampungan warga setempat.

Setelah ditinjau, didapati kayu Rengas berdiameter 25 centimeter dengan panjang 10 meter melintang di bendungan.

“Termasuk banyak sampah yang juga menyangkut, sehingga mengakibatkan air meluap.,” terang Idza.

Di jembatan Breng-breng, setelah ditinjau terdapat tiga pilar penyangga bekas jembatan buatan PG Jatibarang yang mengganjal sampah-sampah. Sehingga air mampat dan meluap ke perkampungan warga. Warga setempat, beserta institusi terkait akan membongkar satu pilar bagian tengah sehingga bisa memperlancar arus.

Sementara di Jembatan Siranda Klikiran, Bupati melihat kalau tumpahan air terjadi akibat adanya pendangkalan sungai.

“Sebagai solusi, akan di sodet dengan alat berat dan sekaligus membuang sampah yang menyangkut di pendangkalan tersebut,” tukasnya.

Kondisi lain, terjadi di Kalipucang Jatibarang mendapatkan limpahan air dari wilayah Adiwerna Tegal. Lebih dari 10 titik benteng penahan air sungai banyak yang rusak.

BPBD, DPSDA dan warga setempat sudah melakukan penutupan benteng dengan karung berisi tanah agar air tidak meluap ke perkampungan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Edy Kusmartono langsung mengerahkan pasukan hijau untuk membongkar kayu yang melintang di Bendungan Kaligodang Buaran.

“Dalam waktu lebih kurang 1 jam, kayu tersebut bisa di potong dan sampah-sampah diangkut ke darat. Potongan potongan kayu tersebut dimanfaatkan warga setempat,” bebernya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi