By 16 February 2018

Dihantam Arus Kalikeruh, di Desa Kalierang Bumiayu 2 Rumah Rusak, 1 Rusak Parah

Kondisi rumah Ani (50) di bantaran Kalikeruh Desa kalierang Kecamatan Bumiayu yang ambruk rata dengan tanah akibat gerusan arus sungai

BREBESNEWS.co – Hingga kini, bencana banjir dan longsor di wilayah Brebes masih saja terjadi.
Dua rumah warga di bantaran Kali Keruh Dukuh Kalierang Krajan Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu dilaporkan alami kerusakan. Kerusakan disebabkan tanggul sungai tersebut longsor.

Menurut Danramil 08/Bumiayu, Kapten Inf Ngadino, Jumat (16/2/2018) lewat relese persnya menyebutkan, keruskan dua rumah tersebut dipicu akibat Talut penahan tebing yang diatasnya terdapat pagar tembok pembatas belakang SMPN 1 Bumiayu sepanjang 15 meter dan tinggi 7 meter dari permukaan air Kali Keruh, longsor akibat terjangan banjir, Kamis kemarin (15/2/2018)

“Untuk kerugian personil nihil sedangkan kerugian harta benda ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” terangnya.

Sedang ditempat terpisah namun dalam satu desa yang sama, di RT. 01 RW. 01, sebuah rumah milik warga yang bernama Ani (50) ambruk dan rata dengan tanah.

Kejaidan itu akibat bronjong penahan tebing Kali Keruh longsor telah terkikis banjir karena hujan turun dari siang hingga malam hari.

“Untuk rumah Bu Ani yang rata dengan tanah hanya menyisakan bagian dapurnya saja, dan saat ini rumah tidak bisa ditempati lagi, “ ujar Kapten Ngadino.

Menurut Ngadino, rumah milik Ani berdiri dibantaran Kali Keruh, karena keluarga tersebut tidak memiliki tanah untuk membangun rumah.

“Sebelumnya pihaknya bersama perangkat desa sudah berkali-kali mengingatkan untuk segera pindah dari rumah di atas bantaran sungai tersebut, namun mengingat yang bersangkutan tidak memiliki lahan untuk membuat rumah akhirnya wargapun membiarkannya tetap tinggal diatas tanggul darurat yang pernah longsor,” tukas Ngadino.

Ani mengaku, dari gerusan arus sungai Kalikeruh lapak warung jualan saya juga ikut lenyap terbawa arus.

“Saya sekarang hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Tuhan agar bantuan datang,” harap Ani sambil terisak.

Untuk sementara akibat kejadian itu, Ani bersama 6 anaknya menumpang di rumah saudaranya.

Sementara untuk suaminya saat ini berkerja sebagai buruh serabutan di Surabaya dan hanya sesekali pulang kerumah. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi