By 17 February 2018

Jembatan Putus, Warga Bantarkawung Terpaksa Gunakan Perahu Untuk Aktivitas

Warga Bantarkawung terpaksa gunakan perahu untuk aktifitasnya akibat jembatan di Bangbayang (Bantarkawung) penghubung antar kecamatan Bumiayi dan Bantarkawung putus

BREBESNEWS.co – Satu jembatan lagi, di atas aliran Sungai Cipamali di Desa Bangbayang Hilir, Kecamatan Bantarkawung Brebes, Sabtu (17/2/2018) dilaporkan putus.

Jembatan penghubung antar kecamatan, yakni Kecamatan Bantarkawung dan Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu terputus, akibat gerusan aliran sungai dengan arus yang kuat.

Putusnya jembatan ini jelas mengganggu aktivitas warga di desa tersebut, terutama aktivitas pertanian.
Untuk sementara warga dari dua daerah yang biasa menggunakannya kini harus menggunakan angkutan air, berupa perahu.

“Jembatan dan tiang penyangganya putus karena terbawa arus sungai yang banjir dini hari tadi. Sangat mengganggu aktivitas warga desa yang menggunakannya sebagai sarana transportasi ke lahan pertanian,” kata Ujang (40) warga setempat.

Menurutnya, putusnya jembatan sudah diprediksi. Hal itu karena sebelumnya, konstruksi jembatan sudah miring, namun belum ada penanganan dari pemerintah.

Jembatan digunakan baik sebagai penghubung maupun membawa hasil pertanian di sekitar kawasan tersebut.
Warga Kecamatan Bantarkawung, kerap memanfaatkan jembatan sebagai akses menuju kota kecamatan di Bumiayu yang merupakan sentra perekonomian di Brebes bagian selatan.

Ia yang setiap hari melewati jembatan mengaku bingung dengan putusnya jembatan itu.

“Sementara, untuk menuju ke seberang pakai warga pakai perahu dulu, daripada memutar jaraknya terlampau jauh,” tutur Ujang.

Dikonfirmasai terpisah, Camat Bantarkawung, Gunarto, mengatakan sudah langsung melaporkan kejadian ini ke Pemkab Brebes.

“Kami sudah membuat laporan pas setelah kejadian,” ucapnya.

Menurutnya, seringnya turun hujan lebat dengan intensitas lama di musim hujan ini, diharapkan masyarat perlu untuk waspada bencana alam.

“Kondisi geografis daerah ini yang berbukit- bukit dan kondisi tanah yang labil, serta masih seringnya hujan lebat dengan tensi yg cukup lama, sehingga sangat rawan adanya longsor,” ucapnya. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi