BrebesNews.Co 7 March 2018 Read More →

Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Kecipir Demo Tuntut Kadesnya Mundur

Warga Desa Kecipir Losari yang melakukan aksi demo di Sekertariat Dewan Brebes tuntut kadesnya mundur karena diduga selewengkan dana desa

BREBESNEWS.co – Ratusan warga Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Brebes dengan menggunakan kendaraan truk dan kolt terbuka, melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Brebes, Rabu (7/3/2018).

Sesampai di pelataran kantir sekretariat dewan, mereka membentangkan spanduk dan poster serta berorasi agar kepala desa mereka dicopot.

Koordinator aksi, Joko Dahlan, menuturkan kades yang menjabat saat ini dicurigai melakukan penyimpangan terkait dana desa.

“Kami ke sini hanya menyampaikan aspirasi, adapun tindak lanjut diserahkan kepada pihak yang berwenang,” tegas Joko.

Warga menyampaikan beberapa aspirasi. Di antaranya, pembangunan infrastruktur desa yang dinilai asal- asalan, kurangnya transparansi dana desa, penyelewengan distribusi rastra.

“Selain itu, tidak adanya transparansi soal seleksi pencalonan perangkat desa,” ucapnya.

Ia menambahkan surat pertanggungjawaban dana Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dinilai dibuat fiktif.

Lalu, ia menuding program bedah rumah yang asal- asalan dan tidak tepat sasaran.

“Ada juga soal Pajak Bumi dan Bangunan yang ditagih terus, padahal warga sudah membayar,” ujarnya.

Para pendemo ditemui Ketua Komisi I, Pamor Wicaksono dan Wakil Komisi 1, Muhammad Rizky Ubaidillah.

Pamor menjelaskan akan menampung aspirasi pendemo dan akan menindaklanjutinya.

“Kami menampung aspirasi mereka dan menyerahkan ke Inspektorat untuk dicek dan diteliti soal tuntutan warga,” kata politisi dari Fraksi Partai Golkar itu.

Setelah perwakilan pendemo audiensi dengan dewan, mereka membubarkan diri dengan tertib.

Saat dimintai tanggapan, Kepala Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Tarmudi, mengatakan demo tersebut merupakan penyampaian aspirasi dari warganya.

“Ini bagian dari demokrasi. Mereka berhak menyampaikan aspirasi,” kata Tarmudi.

Soal dirinya didemo warga, ia mengatakan masyarakat bergejolak karena disebabkan pembangunan makadam dan drainase.

“Makadam dibangun di desa lain, yakni di Desa Losari Lor. Kenapa? Karena jelas yang memanfaatkan warga kami, Desa Kecipir. Itu juga berdasarkan hasil musrenbangdes,” ucapnya.

Terkait drainase yang telah dibangun, warga menilai hal itu yang menyebabkan banjir besar beberapa waktu lalu di desa itu.

“Wilayah yang banjir itu merupakan wilayahnya rendah. Hujan turun pun pasti akan banjir,” ucapnya.

Meskipun demikian, ia menyayangkan aksi demo tersebut. Menurutnya, persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui forum desa.

“Seharusnya dirembug dulu di balai desa. Karena harus mengutamakan musyawarah internal desa,” imbuhnya. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi