By 27 March 2018

Sumbang Devisa 3,4 Triliun, Pemkab Brebes Beri Layanan Satu Atap untuk TKI

Idza Priyanti saat mewancarai salah satu TKI yang hendak melakukan transaksi perijinan pada Layanan Terpadu Satu Atap yang baru di launching

BREBESNEWS.co – Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan bahwa TKI asal Kabupaten Brebes yang berangkat ke luar negeri dalam kurun waktu 2011 sampai dengan 2017 sebanyak 55.307 orang.

Kalau dibuat rata-rata setiap TKI mendapat gaji sejumlah 5 juta rupiah per-bulan, maka TKI Brebes akan menghasilkan 279 milyar rupiah. Kalau dirata-rata setahun berarti TKI menyumbang 3,4 triliun rupiah.

“Jumlah ini setara dengan APBD Kabupaten Brebes,” ujar Bupati Brebes Idza Priyanti saat melaunching kantor Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) di kantor LTSA, Selasa (27/3/2018).

Penandatanganan kesepakatan pihak Pemkab dengan kantor Imigrasi Republik Indonesia di acara launching LTSA

Sebagai wujud kepedulian dengan para pahlawan devisa ini, Pemerinntah Kabupaten Brebes memberikan pelayanan maksimal yang efektif, efisien, transparan dan mempercepat peningkatan kualitas layanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indoensia (TKI).

“Sehingga pekerja migran atau TKI bisa terlindungi baik sebelum pemberangkatan, keberadaan diluar negeri maupun pasca bekerja karena telah memiliki dokumen yang legal,” terang Idza.

Idza menegaskan, didirikannya LTSA juga meminimalisir kasus negatif Pekerja Migran, karena sudah dipastikan mereka yang berangkat melalui prosedur LTSA dan dipastikan legal.

“Dengan adanya layanan satu atap ini, yang jelas Pemkab akan meminimalisir atau bahkan mmenghapus traficking atau perdagangan manusia dengan pengiriman TKI tanpa prosedur yang jelas,” tegas Idza.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes Zaenuddin menjelaskan, pembangunan LTSA dibiaya APBN Sebesar Rp 500 juta.

Sedangkan piranti lainnya didanai APBD tahun 2017 dan 2018. Dengan adanya LTSA penyelesaian dokumen PMI yang dulunya selesai berkisar antara 3-5 minggu bahkan sebulan lebih, sekarang hanya membutuhkan waktu dalam hitungan hari saja.

Sementara Direktur Kerjasama dan Verifikasi Dokumen Penempatan BNP2TKI Dr Haposan Saragih, mengungkapkan terjadinya Trafficking atau perdagangan manusia ke luar negeri akibat dari tidak tercatatnya PMI sehingga melaluin jalur ilegal.

“Seluruh PJTKI, lanjut Haposan, harus melalui LTSA untuk melindungi pekerja itu sendiri. Semua terdaftar, dokumennya lengkap, tidak boleh ada main mata,” kata Haposan.

LTSA Brebes sendiri dibuka di jalan Gajah Mada nomor 93, atau berada di Aula Hotel Kencana Brebes.

Dalam pelayanannya, LTSA meliputi 8 produk pelayanan sekaligus dalam satu ruangan. Layanan tersebut antaranya, pembuatan Dokumen Kependudukan dari Catatan Sipil Brebes, ID Tenaga Kerja Luar Negeri, Rekomendasi Paspor (kantor Imigrasi) Sertifikat Kesehatan (Dinas Kesehatan), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (Polres Brebes), Dokumen Paspor, Pembekalan PAP dan E KTKLN.

“Di Layanan Terpadu Satu Atap ini, segara urusan akan terintegrasi, berbasis sistem online, murni layanan pemerintah, biaya non tunai dan bebas calo,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes, Zaenidin mengimbuhi. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi