By 12 March 2018

Video Interogasi Siswi di Bantarkawung Curi 17 Juta Viral, Polisi Angkat Bicara

Siswi yang masih berseragam SMP yag memegangi wajahnya yang merasa sakit akibat tamparan sang bapak saat diinterogasi terkait pencurian uang sebesar 17 juta rupiah

BREBESNEWS.co – – Video yang disertai keterangan tentang seorang siswi SMP di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes di interogasi warga ramai- ramai, sempat jadi pergunjingan karena sudah beredar luas di media sosial.

Pasalnya dalam interogasi warga tersebut,Sang siswi yang di tuding mencuri uang milik tetangganya sebanyak Rp 17 juta terdapat kekerasan fisik dengan penamparan di wajahnya oleh seorang laki-laki tua yang berada di sampingnya, yang merupakan bapaknya.

Video lain menunjukkan anak yang masih pakai seragam itu digotong paksa secara beramai- ramai.

Video tersebut pun mendapatkan tanggapan beragam dari warganet. Ada yang mengecam tindakan warga tersebut karena bermain hakim sendiri.
Tanggapan Polisi Brebes

Menanggapi video tersebut, Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, melalui akun FB Humas Polres Brebes membenarkan kejadian di video tersebut.

Kasus pencurian sejumlah uang oleh seorang anak di bawah umur, karena masih duduk di bangku SMP.

“Kami perlu menjelaskan masalah video yang sedang viral di media sosial itu agar tidak ada informasi simpang siur yang bisa menimbulkan hoax atau fitnah,” kata Kapolres Brebes, seperti yang direlese Humas Polres Brebes, Sabtu (10/3/2018).

Video tersebut, kata dia, sudah terpotong- potong sehingga tidak menghadirkan cerita utuh atau lengkap yang sebenar- benarnya

“Pada video pertama yang saat menginterogasi itu terjadi pada Senin 5 Maret 2018 sekitar pukul 16.00 WIB. Korban yang merupakan pemilik uang menginterogasi tersangka di rumah orang tua korban,” jelasnya.

Tidak hanya korban dan orangtua tersangka yang berada di lokasi kejadian, namun juga sejumlah warga ikut menyaksikan proses interogasi itu.

“Pada awalnya tersangka tidak mengakui tapi setelah dikonfirmasi dari mana bisa beli barang- barang baru sedangkan tersangka merupakan warga kurang mampu, akhirnya tersangka mengaku telah mengambil uang korban sebanyak Rp 17 juta,” tutur Hasari.

.

Tersangka merupakan anak di bawah umur berinisial SD (14) pelajar kelas IX SMP negeri di Bantarkawung warga Bantarkawung.

Sedangkan korban yang merupakan tetangga tersangka bernama Zein Handoko (54) yang bekerja sebagai guru.

“Adegan yang ada di video viral itu tidak dilakukan untuk menyakiti tersangka. Namun, semata untuk melindungi tersangka dari amukan ibu kandungnya yang marah kepada anaknya itu. Selain itu, untuk mencegah amarah warga,” katanya.

Saat hendak dibawa ke rumah Ketua RT setempat untuk dilakukan mediasi, tersangka meronta dan teriak- teriak histeris.

“Karena itu, warga menggotong ramai- ramai sampai rumah Ketua RT, agar tidak ada tindkan anarkis dari warga dan orangtuanya karena merasa mau,” tandas Kapolres. (AfiF.A)

Posted in: Serba Serbi