By 19 April 2018

Diduga Selewengkan Bantuan Alat Berat, Kadin Perikanan Brebes Diperiksa Jaksa

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Transiswara Adhi

BREBESNEWS.co – Kejaksaan Negeri Brebes, kini tengah memeriksa Kepala Dinas (Kadin) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes Tandi API.

Kejaksaan sendiri, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Brebes, Transiswara Adhi lewat telepon selulernya, Kamis (19/4/2018) membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

Pemeriksaan terkait dugaan penyimpangan bantuan alat berat kepada kelompok tani tambak ikan (Pokdakan) Randusanga Kulon Brebes pada 2016 lalu.

Namun Kajari tidak terlalu berkomentar banyak, mengingat pemeriksaan masih terus berjalan.

“Kasusnya masih kami dalami. Iya mas, nanti untuk lebih jelas bisa ditanyakan ke Kasi Pidsus saja,” ujarnya singkat.

Sebelumnya BREBESNEWS.co, Selasa siang 17 April kemarin melihat sendiri keberadaan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tandi API, berada di lobi kantor kejaksaan usai jeda pemeriksaan dengan ditemani Kepala Bagaian Hukum Setda Brebes.

Dugaan kasus penyalahgunaan bantuan

Kejari Brebes, sendiri tengah mendalami proses pemberian bantuan alat berat berupa ekskavator tahun 2016 dari Kementrian Kelautan RI yang diduga menyimpang.

Bantuan yang seharusnya di tujukan kepada salah satu kelompok tani tambak di Kecamatan Brebes tersebut tidak langsung diserahkan kepada penerima, tetapi disewakan kepada pihak lain dengan nilai puluhan juta rupiah.

Bahkan, parahnya saat disewakan alat berat sempat terperosok dan berada sekitar satu minggu di dalam kolam salah satu tambak di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.

Informasinya, alat berat berupa begho tersebut terperosok setelah disewa untuk menambak salah satu tambak milik petani.

Di sisi lain, pihak kelompok tani tambak penerima bantuan, juga menolak bantuan karena saat akan diserahkan dalam kondisi rusak.

Kasus bantuan alat berat itu kemudian dilaporkan salah satu LSM ke Kejari Brebes dan kini sedang ditindaklanjuti dengan memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk Kadin Kelautan dan Perikanan.

Terpisah, Tandi API mengaku dirinya datang ke Kejari karena diundang. Namun terkait kasusnya, ia mempersilakan wartawan untuk menghubungi pengacaranya.

Sementara Kuasa Hukum Tandi API Anton Rizali mengaku hendak memberikan keterangan pers usai rapat internal tim kuasa hukum yang berjumlah lima orang.

“Kami harus rapat terlebih dahulu dengan tim dan secepatnya akan memberikan penjelasan soal status pemeriksaan tersebut,” katanya saat dihubungi melalui telepon. (AFiF.A)

Posted in: Hukum