By 21 April 2018

Hidup Sebatangkara, Nenek Katem Tempati Rumah Tidak Layak Huni

Nenek Katem yang hidup sebatangkara dengan tempat tinggal yang tidak layak huni

BREBESNEWS.co – Di usianya yang senja, Nenek Katem (70) hidup sebatang kara, di dusun Gunungsumping RT 02 RW 03 Desa Plompong Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.

Karena ketiadaan rumah yang ditempati, warga Dusun Gunungsumping serempak membuatkan tempat tinggal sementara ditanah warga milik ibu Koidah berukuran 3 X 5 meter persegi.

Selain terasa sempit, fasilitas seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) juga tidak tersedia.

Sebelum dibangunkan rumah, Nenek Katem menempati rumah kosong milik ibu Toriyah warga Gunungsumping yang tidak ditempati, karena pemiliknya sudah lama hidup diperantauan Kota Jakarta.

Ditemui dirumahnya, Jumat (20/4/2019) Karso RT setempat menuturkan, tahun 2011 pihaknya sudah mengajukan program perumahan untuk Nenek Katem, ke pemerintah terkait rumah jompo.

“Namun karena tidak adanya identitas yang jelas, Nenek Katem tidak masuk dalam kualifikasi penerima bantuan,” kata Karso.

Nenek Katem sudah mulai menempati rumah kosong warga dusun Gunungsumping dari tahun 2005, sampai dengan sekarang.

Alasan dibangunkannya rumah untuk Katem seluas 3×5 meter, dikarenakan rumah kosong yang ditempati Katem sudah roboh dimakan usia, selain itu juga tidak dirawat dan dihuni.

Menurut Karso, sebenarnya tahun 2012 dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Brebes sudah pernah menyurvei terkait informasi keberadaan kehidupan Nenek Katem.

“Tapi sampai dengan sekarang tidak ada tidak lanjut dari Pemda Brebes,” tukasnya.

Karso beserta warga setempat berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes untuk mencarikan solusinya sebab ini persoalan kemanusiaan.

Sementara itu tetangga Nenek Katem, Mujeri mengaatakan kalau kebutuhan nenek yang hidup sebatang kara ini, untuk saat sekarang dibantu oleh para tetangganya dan warga lainnya yang peduli.

“Untuk makan dan sandang nenek Katem, warga yang membantunya,” kata Mujeri. (AFiF.A)

Posted in: Sosial