By 2 April 2018

Ngobrol Sejenak dengan Atlet Nasional Takraw Asal Brebes

Ita Dianawati atlit Sepak takraw yang pernah mengukir prestasi di tingkat nasional dengan mainan bola takrawnya

BREBESNEWS.co – Tak dinyana, ternyata Kabupaten Brebes memiliki atlet Nasional sepak takraw.

Atlet tersebut yakni Ita Dianawati yang kini menjadi guru honorer di SMA Negeri 1 Bulakamba.

Dia tercatat menjadi Atlet PON cabang sepak takraw 2012 di Riau, juga Tahun 2016 di Jawa Barat. Saat ini tengah mempersiapkan diri di ajang PON 2020 mendatang.

“Pada PON 2016 di Jabar lalu, tim kami mendapat perunggu,” tutur Ita Dianawati saat berbincang di Lapangan Takraw SMA 1 Bulakamba, Brebes, Senin (2/3/2018).

Saat itu, lanjutnya, per- individu mendapat bonus Rp 10 juta dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Prestasi Ita juga dihargai dengan beasiswa bidik misi untuk jurusan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi (PJKR) di UNNES Semarang.

“Tapi kalau S2 Pendidikan Olahraga, saya.tempuh atas biaya pribadi,” tutur gadis kelahiran Brebes, 22 Januari 1993 ini.

Ita Daniawati saat berlaga memperkuat tim Jateng di PON Riau

Awal Menggemari Takraw

Bu guru Ita, demikian biasa dipanggil, gemar bermain Takraw sejak 2008 sewaktu masih duduk di MTs Assalafiyah Luwungragi Brebes.

Ketika MTs, dia berasil menjuarai kejuarda Takraw Jateng sebagai juara 1. Begitupun ketika duduk di SMA 1 Bulakamba tahun 2009. Dia berhasil sebagai juara 3 Porprov Beregu dan Juara 1 double event Porprov.

Dari pantauan pihak KONI Prov Jateng, Ita diundang.seleksi di Semarang yang akhirnya bergabung dengan teman teman terpilih lainnya se Jateng.

“Ada 4 Tim inti yang menjalani latihan rutin di Semarang.

Menurutnya, ia menyukai olah raga sepak takraw karena ekstrim, sulit.

“Bagi yang tidak memiliki kelenturan tubuh, sulit bermain Takraw. Untuk itu harus berlatih sejak masih kecil,” tukasnya.

Anak pertama dari 4 bersaudara Kapidin – Sukyati bertekad mencetak atlit takraw yang berprestasi melebihi dirinya.
Sehingga dengan ia getol selalu menggelar event takraw untuk meraih bibit unggul dari Brebes.

“Ke depan, Saya pengin mencetak generasi yang lebih baik dari saya,” tekadnya.

Dia berterima kasih pada Kepala SMA 1 Bulakamba yang sudah menggelar SMASABA OPEN sepak takraw untuk yang ke dua kalinya.

Dalam pandangan Ita, Sepak takraw di Brebes punya potensi luar biasa untuk usia dini hingga remaja, namun pembinaan belum maksimal, akibat luasnya wilayah Kabupaten Brebes.

“Takraw kan kerja tim, maka ketika jaraknya berjauhan untuk latihan bareng jelas akan mengalami kesulitan,” ungkit Ita.

Ita menyakini, persaingan antar Kabupaten mampu berlaga di provinsi. Hal ini terbukti Brebes selalu masuk di Kejurda Jateng.

Kendala atlet takraw

Anggota Seksi Pembinaan Prestasi Persatuan Sepak Takraw KONI Brebes mengaku mengalami kendala di sepak takraw.

Kendalanya yakni kurangan sparing partner akibat masih sedikitnya pemain. Tidak keliru kalau kemudian dengan getol Ita mencari bibit bibit unggul diberbagai daerah. (ILMIE)

Posted in: Olahraga