By 13 April 2018

Wanita asal Cimohong ini Derita Tumor Perutnya Selama 14 Tahun

Kondisi Cucinaeni atau Cuci penderita tumor perut asal Desa Cimohong Kecamatan Bulakamba Brebes

BREBESNEWS.co – Seorang perempuan paruh baya warga Cimohong Kecamatan Bulakamba, Brebes, kini harus menjalani hidupnya dengan memprihatinkan.

Pasalnya dia menderita tumor pada bagian perutnya, hingga membesar layakanya orang hamil, bahkan lebih besar dari ukuran hamil normal usia 9 bulan.

Perempuan malang tersebut bernama Cucinaeni atau yang biasa di panggil Cuci, berusia 42 tahun, dan merupakan anak ke-2 dari 6 bersaudara.

Ditemui dirumahnya, Jumat siang (13/4/2018) adik bungsu Cuci, Ali (25) menuturkan, sejak perutnya membesar, untuk memenuhi kebutuhan pokok kebutuhan Cuci, pihak keluarga mengandalkan 4 saudara lainnya.

Sebab sang bapaknya, Juri (78), sudah tidak bekerja lagi karena faktor usia. Selain tumor tersebut, Cuci juga mengalami gangguan mental.

“Susah kalau diajak ngobrol, dulunya sakit kepala terus menerus, sampai seperti ini,” kata Ali, dengan mendampingi sang kakak.

Awal derita tumor

Ali menceritakan lebih jauh, kalu tumor yang diderita Cuci diketahui mulai tumbuh sejak 2004 atau kalau dihitung sudah 14 tahun.

Menurut cerita Ali, mulanya Cuci terlihat seperti orang hamil, sehingga  kakanya sempat menjadi pergunjingan tetangga.

“Saya sebagai adik sempat malu, dia belum menikah bahkan sampai sekarang, kok tiba-tiba seperti orang hamil,” tutur Ali.

Tak tahan dengan rumor tetangga, dia memanggil sepupunya yang berprofesi bidan. Setelah diperiksa, diketahuilah ternyata Cuci bukan hamil namun daging yang tumbuh membesar diperutnya.

“Waktu itu sudah diobati dan sempat sembuh, tapi kambuh lagi,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, perut Cuci kian membesar hingga melebihi ukuran perut wanita masa hamil 9 bulan. Tubuh Cuci tampak kurus, hanya bagian perutnya yang kelihatan besar.

Menurut penuturan salah satu tetangganya, Sri Atun (43), kakak dan adik Cuci memang kerap menengok dan memandikannya.

“Adiknya yang perempuan tinggal dekat sini, dia sering bolak-balik ke rumah itu untuk merawat mereka,” tutur Sri.

Sementara berdasarkan keterangan keluraganya, sebetulnya Cuci sudah terdaftar di BPJS Kesehatan PBI yang diurus oleh pihak desa. Namun, keluarga mengaku bingung dengan jalannya proses operasi.

“Kalau operasi kan bertahap, perlu biaya menjaganya. Kita bingung nanti tidak ada yang menjaga, dan biaya sehari-harinya di rumah sakit,” ujar Ali menimpali. (AFiF.A)

Posted in: Sosial