BrebesNews.Co 5 May 2018 Read More →

ABMI Brebes Sweeping Gudang Bawang, Ditemukan 8 Ton Bawang Impor Siap Edar

Bawang merah impor yang diduga menyalahi aturan hingga mengakibatkan harga bawang lokal jatuh saat di sweeping ABMI Brebes

BREBESNEWS.co – Menyusul ditemukannya bawang impor yang membuat harga bawang lokal Brebes alami harga anjlok, Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Jumat sore (4/5/2018) melakukan sweeping di sejumlah gudang bawang yang berada di wilayah Brebes.

ABMI menemukan beberapa gudang yang menyimpan bawang impor dari India, di salah satu gudang bawang yang berada di Desa Pemaron Kecamatan Brebes, milik warga bernama Jaya.

Juwari, Ketua ABMI Brebes, yang mempimpin langsung sweeping tersebut menjelaskan, dia ingin membuktikan bahwa bawang impor dari India jelas sudah merata di Brebes.

“Bawang yang ditemukan digudang ini memang resmi tapi yang kita permasalahkan adalah pada ukurannya yang kurang dari lima sentimeter. Karena yang benar adalah bawang bombay ukuran besar,” terangnya ke sejumlah wartawan..

Padahal, menurut Juwari, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 105/kota/SR.130/D/12/2017, tentang karakteristik bawang bombai yang dapat diimpor yakni berdiameter minimal 5 cm. Namun pada kenyataannya, yang masuk ke Indonesia, banyak yang berukuran kurang dari 5 Cm.

Dengan beredarnya bawang impor berukuran kecil tersebut , kata Juwari, maka akan berpengaruh pada harga bawang merah lokal.

“Karena modusnya akan dicampur dengan bawang lokal, lalu dihargai lebih murah dari harga pasaran. Dengan begitu harga lokal Brebes jelas akan turun,” tukas Juwari.

Sementara berdasarkan harga bawang lokal Brebes saat ini, mencapai Rp 23.000 per kilogramnya. Sedang harga bawang lokal, kalau dicampur dengan bawang impor itu, dihargai Rp 15.000 per kilonya.

Bawang titipan

Sementara itu, pemilik gudang bawang, Jaya, 55 tahun, mengaku, bawang yang berada di gudangnya itu hanya titipan saja.

“Ini memang bawang impor, tapi ini barang titipan Ibu Idah, asal Kelurahan Gandasuli, Brebes. Dia pedagang yang sering kirim bawang Brebes ke Sumatera. Berhubung sudah kirim tapi belum dibayar, akhirnya dia ambil bawang impor ini sebagai ganti uang,” jelasnya.

Jaya mengaku, bawang impor tersebut tidak laku jika dibandingkan bawang lokal, karena dari segi rasa dan bau sudah jauh berbeda.

“Bawang seperti ini tidak laku di sini, makanya terbengkalai di gudang ini. Jumlahnya sekitar 8 ton,” tambahnya.

Atas temuannya itu, kata Juwari, pihak ABMI meminta kepada pemilik untuk tidak mendistribusikan bawang impor salah aturan tersebut.

Mereka juga meminta kepada Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap kasus tersebut. (AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis