BrebesNews.Co 2 May 2018 Read More →

Beredar Bawang India, Petani Brebes Khawatirkan Harga Bawang Lokal Hancur

Ketua ABMI Brebes Juwari bersama para petani bawang saat menunjukan bawang impor dari India yang dikhawatirkan membuat anjloknya harga bawang lokal

BREBESNEWS.co – Petani bawang merah Brebes, kini mulai resah. Pasalnya bawang merah impor asal India mulai membanjiri pasaran. Sehingga berdampak pada anjoknya harga bawang merah produk lokal.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, dalam relese persnya, Rabu (2/5/2018) mengungkapkan bawang asal India ini masuk ke Indonesia secara ilegal sebulan yang lalu.

Aturan bawang impor

Selain itu bawang yang ditemukan di pasaran, tidak sesuai dengan ukuran yang ditertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian No 105/kpts/SR.130/D/12/2017 dan UU No 19 Tahun 2010.

“Bawang bombay memang boleh diimpor tapi yang memiliki ukuran minimal 5 cm dari sisi satu ke sisi lainnya. Ternyata, bawang bombay yang masuk ini ukurannya cuma 2 cm dan nyaris sama dengan bawang kita,” ungkap Juwari kepada sejumlah wartawan.

Menurut Juwari, bawang India yang diimpor ke Indonesia termasuk bawang kualitas jelek. Bawang tersebut adalah produk gagal dari bawang bombay yang berukuran besar.

“Ini sebenarnya bawang sampah. Produk gagal dari bawang bombay. Ukurannya pun jauh lebih kecil dari bawang bombay yang dijual di pasaran,” kata Juari.

“Untuk mengelabuhi konsumen, bawang bombay ini dijual dengan cara dicampur bawang lokal Brebes sehingga bawangnya jadi samar seperti produk lokal semua,” tambahnya.

Penurunan harga

Menurut Juari, bawang oplosan ini dijual di pasaran seharga Rp 15 ribu/kg, lebih murah dibanding bawang lokal.

Hal ini menyebabkan harga bawang merah lokal kembali anjlok. Bawang asli Brebes yang sempat merangkak naik ini seharga Rp 23 ribu/kg kini menjadi Rp 20 ribu/kg kembali akibat masuknya bawang tersebut.

Terkait masuknya bawang bombay jenis ini, ABMI menyayangkan Kementerian Pertanian dalam hal ini Badan Karantina yang meloloskan bawang tersebut karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Untuk melindungi petani bawang, ABMI menuntut kepada pihak pemerintah untuk menghentikan impor bawang asal India.

Menarik peredaran bawang illegal dari pasaran. Menindak tegas pelaku impor yang memasukkan bawang illegal dan badan karantina agar bekerja sesuai SOP.

Sementara Jumarso (35) salah satu petani Brebes mengemukakan, dirinya sudah mengetahui kalau bawang asal India itu sudah berada di Brebes.

“Untuk semple saya terpaksa beli bawang dari seseorang dengan alasan sebagai pedagang. Harga bawang India di penampungan perkilonya hanya 10 ribu rupiah,” kata Jumarso.

Jumarso khawatir apabila bawang India ini sudah bebas di jual, akan menjatuhkan harga bawang merah lokal yang sebentar lagi akan musim panen.

“Padahal kemarin dua kali petani Brebes kena musibah, tahun 2017 harga bawang sempat anjlok rendah seharga 6 ribu rupiah. Belum lagi pada bulan Februari kemarin juga petani gagal panen karena dihantam banjir,” keluh Jumarso..

Jumarso berharap pemerintah atau pihak terkait dari pusat samapi daerah untuk tegas menolak pengiriman bawang impor India ini. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi