BrebesNews.Co 30 May 2018 Read More →

Di Usia 60 Tahun, Nursalim Banser PAC Wanasari Masih Tetap Berkiprah

Sosok Nursalim Wahid, Anggota Bantuan Serba Guna (Banser) GP Ansor NU PAC Wanasari

BREBESNEWS.co – Usia senja yang  memasuki 60 tahun, tidak menghalangi Nursalim Wahid ikut bergabung dengan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Brebes.

Berbagai kegiatan Banser dia ikuti tanpa mengenal lelah, bahkan selalu menampakan wajah ceria di tengah-tengah anggota Banser muda lainnya.

“Saya pengin mengabdi untuk NU melalui Banser, meski sering diejek,” ungkap Nursalim di sela rapat persiapan pembentukan Posko Mudik-Balik Lebaran 2018 PAC Ansor Wanasari, di Kantor Sekretariat MWC NU setempat, Selasa (29/5/2018).

Nursalim mengaku ada kebahagiaan tersendiri ketika berpakaian Banser, badan yang tadinya meriang pun mendadak sembuh ketika memakai pakaian kebesaran Banser untuk bertugas.

“Pakaian Banser, bagi saya mengandung energi semangat yang luar biasa dan bisa menjadi obat penyakit meriang,” tutur pria kelahiran Brebes 5 Mei 1958.

Di tengah kesibukannya sebagai pedagang dan guru ngaji di mushalla Desa Tegalgandu Kecamatan Wanasari, dia rajin hadir di setiap kegiatan Banser.

Dalam bertugas, Nursalim punya pengalaman yang tidak bisa dilupakan yakni ketika tugas mengawal Gus Dur saat kunjungannya di Bumiayu.

Dia terpaksa pulang jalan kaki dari Bumiayu hingga ke rumahnya yang berjarak sekitar 50 kilometer pada tahun 80-an.

“Wong masih muda, ga masalah berjalan sekitar 5 jam,” kenangnya bangga.

Selain dorongan sendiri, cerita Nursalim, keikutsertaan bergabung jadi anggota Banser juga untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya yang dulu juga Kepala Satkoryon Banser Wanasari Abdul Wahid.

Nursalim mulai terjun ke Banser tahun 1982 yang saat itu NU masih dianggap partai. Sehingga kerap diejek dan bahkan rumah orang tuanya di Desa Sitanggal Rt 06 Rw 06 Larangan Brebes pernah dilempari kotoran kerbau.

“Dari dulu, Banser hanya dilatih baris berbaris, apel, dan ijazah kanuragan, tidak ada diklatsar,” tutur suami dari Wasni ini.

Perkembagan Banser

Melihat perkembangan Banser saat ini, Nursalim bangga karena banyak sekali anggotanya dan berkualitas serta terjun ke berbagai segi kehidupan yang membutuhkan pertolongan.

Ada yang bergerak di lalu lintas, di penanggulangan bencana, jaga tempat ibadah, bahkan mengatur parkir hajatan orang yang tengah menyelenggarakan pesta perkawinan atau khitanan.

“Banser multiguna, ya serba guna,” tuturnya lagi sembari tertawa lepas.

Untuk menambah pengetahuan dan semangat berkhidmah di Banser, Nursalim juga mengikuti pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser di Kecamatan Tanjung awal 2017.

Sempat Berhenti

Nursalim pernah meninggalkan aktivitas sebagai anggota Banser sepanjang 2002 hingga 2004 karena menderita sakit.
Dia tidak mengetahui penyakit apa yang menyerangnya karena muka dan sekujur badannya berubah jadi hitam legam, tetapi badannya sehat.

“Saya malu beraktivitas selama dua tahun karena sekujur tubuhku menghitam,” tuturnya tanpa mau menjelaskan jenis penyakit yang dideritanya.

Abah dari Nanang Rudianto (25) dan Lina Hayatun (31) berkeyakinan, lewat kegiatan sebagai anggota Banser dia cuma berharap aktifitasnya menjadi ladang amal saleh.

“Judule melu NU, sering kumpul bareng ulama,” pungkas alumni Ponpes Buntet Cirebon dengan senyumnya  mengembang. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi