By 2 May 2018

Diduga Surat Perijinan Dipalsukan, Minimarket Modern di Kersana Disegel

Penyegelan minimarket di Kersana, karena dugaan pemalsuan perijinan

BREBESNEWS.co – Sebuah minimarket ditutup paksa oleh tim dari Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol – PP) Kabupaten Brebes Senin, 30 April 2018 kemarin

Swalayan waralaba yang berada di Desa Kubangpari Kecamatan Kersana itu ditutup paksa, dengan karena diduga tidak memiliki izin yang sah. Bahkan surat yang perijinan yang ada, diduga dipalsukan.

Kasatpol-PP melalui Kepala Seksi Penegak Peraturan Daerah (Gakda), Edy Hermawan menuturkan, pihaknya bertindak karena menerima surat penyegelan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Jadi kita menerima surat, ada pendirian indomart dengan perijin yg tidak syah, akhirnya kita eksekusi,” jelas Edy.

Sebelumnya, Satpol-PP juga melakukan pengecekan data di lapangan. Ternyata betul, mereka tidak memiliki izin.

“Malah kami dapatkan foto copy HO dan IMB yang dipalsukan,” kata Edy.

Kejadian pelanggaran peraturan daerah dan pemalsuan dokumen perijinan tersebut, kini sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Resor Brebes.

“Kalau soal pemalsuan itu ranah pidana jadi bukan bagian saya,” tutur Edi.

Terpisah Kepala DPMPTSP, Ratim, ditemui ruangan kerjanya,Rabu, (2/5/2018) menjelaskan, pihaknya pertama kali mendapat laporan warga terkait pendirian swalayan di atas tanah yang masuk kategori hijau.

“Setelah mendapat laporan, kita kroscek ke lapangan, ternyata memang berdiri sebuah swalayan waralaba di tempat yang dimaksud,” jelas Ratim

.
Dia menjelaskan, di tempat tersebut memang pernah ada yang mengajukan ijin usaha.

“Setelah dicek pemiliknya, dulu memang sempat mau mengajukan izin, tapi waktu peninjauan lokasi, kita tidak memberi rekomendasi karena masuk wilayah persawahan atau zona hijau,” bebernya.

Dalam perkembangannya, ternyata pemilik nekat mendirikan bangunan tersebut. “Ternyata dalam perkembangannya sudah beroperasi selama satu tahun, itu aduan dari masyarakat,” kata Ratim.

Setelah dilakukan pengecekan lapangan, swalayan tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen perijinan yang sah.

“Mereka cuma menunjukkan HO dan IMB, itupun diduga palsu, karena setelah kami cek di sistem tidak keluar data by name by adress,” ungkap Ratim.

“Mangkanya pihak kami dengan dibantu Satpol PP melakukan penyegelan toko modern tersebut,” tutup Ratim. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi