BrebesNews.Co 1 May 2018 Read More →

Hari Buruh, Ratusan Pendemo Tuntut Perusahaan Memanusiakan Pekerja Wanita

Ratusan buruh Brebes adakan longmarch suarakan tuntutan dan kesejahteraan pekerja di hari buruh Internasional 1 Mei 2018

BREBESNEWS.co – Menyambut hari buruh se-dunia, 1 Mei, ratusan buruh buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Cabang Brebes, Selasa (1/5/2018) menggelar aksinya dengan berkonvoi jalan kaki.

Aksi ratusan demo dimulai dari Alun-alun, tepatnya depan pelataran masjid Agung Brebes menuju menuju Pendapa Brebes, dan menyusuri jalan Pantura dan berakhir di gedung Korpri Saditan Brebes.

Di gedung ini, para buruh dipersilakan untuk menyampaikan aspirasi kepada perwakilan pemerintah kabupaten.

Dalam orasinya mereka menuntut agar dilakukan pencabutan PP No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, penghapusan sistim outsourcing (kerja kontrak) dan soal tenaga kerja asing (TKA).

Mereka menyatakan menolak adanya TKA serta ditegakkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang keetenagakerjaan.

Memanusiakan pekerja

Koordinator demo, Harjo dalam pernyataan persnya. menyayangkan pihak pengusaha yang masih tidak memanusiawikan pekerja.

“Cuti hamil hanya satu setengah bulan setelah melahirkan. Harusnya sesuai peraturan paling tidak 3 bulan sebelum dan selama melahirkan,” ujar Harjo

Bahkan yang lebih keras lagi, pekerja yang hamil justru bukannya cuti, tetapi kalau melhirkan bayinya justru di suruh keluar dari perusahaan.

“Pihak perusahaan tidak mau tahu, biasanya kalau seorang wanita hamil dan melahirkan disuruh untuk keluar,” lanjutnya.

Selain itu, sambung Harjo, perusahaan atau di pabrik di Brebes khususnya, tidak ada ruang laktasi atau ruang ibu menyusui.

“Untuk itu buruh sudah menuntut adanya ruang laktasi agar sang bayi juga terurus,” ujarnya.

Dan yang tidak manusiawinya lagi, perusahaan tidak memberikan libur pada wanita yang sedang terkena datang bulan (haid).

“Padahal secara aturan, pihak perusahaan harusnya meliburkan selama dua hari sejak wanita terkena haid,” tukas Harjo.

Sementara terkait sistem outsourcing, buruh di Brebes ini meminta agar Pemkab mau membantu hak buruh.

Menurutnya buruh outsourcing harus diangkat menjadi karyawan tetap bila sudah tiga kali kontrak.

“Ini juga terus disuarakan, karena ini menyangkut nasib karyawan kontrak yang tak kunjung dijadikan karyawan tetap. Kalau sudah tiga kali kontrak, harusnya sudah karyawan tetap,” tandasnya.

Teguran

Terkait tuntutan buruh ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Zaenudin menyatakan, pemerintah akan melanjutkan aspirasi yang disampaikan oleh buruh.

“Semua aspirasi tersebut akan diteruskan ke perusahaan untuk ditindaklanjuti,” katanya usai menemui para ratusan buruh.

Kami dari pemerintah sudah menyurati perusahaan supaya memberikan jaminan sosial kepada pekerja diantaranya hak cuti hamil dan lain.

“Terutama jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Itu bentuk perlindungan pemerintah terhadap tenaga kerja,” tegas Zaenudin.

Pihaknya akan memberikan surat teguran bila masih ada perusahaan yang tidak memenuhi hak hak karyawannya.

Aksi berjalan tertib hingga usai dan mendapatkan penjagaan dan pengawalan dari aparat Kepolisian Brebes dan Satpol PP. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi