BrebesNews.Co 22 May 2018 Read More →

KNKT Gandeng UGM Selidiki Penyebab Pasti Kecelakaan di Bumiayu

Pihak komisi nasional keselamatan trnsportasi (KNKT) saat menyelidiki kondisi truk tronton pengangkut gula pasir yang kondisinya terlihat parah

BREBESNEWS.co – Tim Investigation in charge (IIC) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Selasa (22/5/2018), mulai melakukan penyelidikan kasus kecelakaan maut truk tronton yang terjadi di jalan Nasional ruas Bumiayu-Purwokerto tepatnya di jalan Jatisawit pada Minggu sore  (20/5/2018) lalu.

Kecelakaan tersebut  menyebabkan sedikitnya 12 korban jiwa dan 11 lainnya luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Inesvtigator KNKT Ahmad Wildan, mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan penyebab dari kecelakaan maut yang menelan korban hingga belasan orang tersebut.

Karena KNKT masih dalam masa penyelidikan dan pengumpulan bukti bukti.

“Memang dugaan sementara karena overloading (kelebihan muatan) sehingga saat kendaraan di turunan FO Kretek sistem rem tak bisa bekerja,” kata Wildan.

Berdasarkan Data dan analisa sementara, menurut Wildan, muatan truk 30.160 kg, berat kendaraan 8.250 kg, dengan penumpang dua (120 kg). jadi, berat total kendaraan beserta muatannya sekitar 38.500 kg atau 38,5 ton.

“Akan tetapi kami belum bisa menyimpulkan secepatnya, itu terlalu dini untuk kita simpulkan, kita tunggu saja hasilnya,” ujar Wildan seusai mengecek tronton maut, di belakang Terminal Bumiayu.

Menurutnya, tujuan investigasi yang dilakukan oleh KNKT, murni untuk penelitian dan mencari penyebab kecelakaan.

“Sehingga bukan untuk mencari pihak yang salah. Tetapi mencari faktor yang paling berkontribusi terjadinya kecelakaan tersebut, Supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” tandas Wildan.

Dengan begitu investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana prasarana jalan, kelaikan kendaraan hingga faktor kelalaian manusia itu sendiri.

Kemudian untuk penyelidikan/investigasi lebih lanjut, KNKT akan menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta.

“Hal ini guna menentukan regulasi selanjutnya untuk kita laporkan, karena kami tidak akan buat opini sendiri untuk kecelakaan maut seperti ini. Kecelakaan maut ini merupakan 10 kecelakaan yang masuk prioritas kami,” ungkapnya. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi