BrebesNews.Co 6 May 2018 Read More →

Kunjungan DPRD Jateng, Pemkab Dinilai Lamban Tangani Dampak Banjir Bandang Bumiayu

Kunjungan komisi D DPRD Jawa Tengah saat meninjau jembatan Pendawa yang putus akibat terjangan arus banjir bandang Kalierang

BREBESNEWS.co – Nyaris satu bulan sejak bencana banjir bandang menerjang kota Bumiayu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari Pemkab Brebes.

Hal tersebut, membuat Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah yang membidangi bagian pembangungan tergerak untuk meninjau lokasi bencana, Minggu (6/5/2018).

Rombongan komisi D DPRD provinsi yang berjumlah 7 orang ini, memulai kunjungan dari lokasi bencana di desa Langkap, yang kemudian dilanjut meninjau lokasi bencana di Desa Kalierang tepatnya melihat kondisi terkini jembatan Pendawa yang putus akibat terjangan banjir.

Wahyudin Noor Aly salah satu Anggota Komisi D DPRD Jateng usai peninjauan mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah Jawa Tengah, agar secepatnya mengajukan upaya perbaikan sarana infrastruktur yang rusak itu.

“Mengingat ini merupakan bencana alam jadi alokasi anggaran yang digunakan tidak harus menunggu penetapan anggaran APBD dan lain lain,” katanya.

“Kalo kita menunggu anggaran yang bukan bencana akan lama sekali dan mungkin akan terjadi bencana lagi,” tambah Wahyudin Noor Aly atau yang biasa disapa Goyud.

Menurut Goyud, DPR akan mendorong kepada Pemerintah Provinsi untuk segera melakukan upaya perbaikan, karena tebing pada sungai Kalierang merupakan kewenangan provinsi, sedangkan  jembatannya baru itu kewenangan kabupaten Brebes.

“Makanya DPR akan mendesak keduanya untuk segera melakukan perbaikan, mengingat ini merupakan akses mobilitas warga yang sangat penting,” ungkap Goyud.

Pihaknya akan meminta Dinas PU untuk secepatnya membuat Surat kepada Bupati dan Gubernur terkait bencana alam ini.

Penanganan lamban

Sebelumnya beberapa waktu lalu, DPRD Kabupaten Brebes juga melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi bencana alam tersebut.

DPRD Brebes menilai pemkab Brebes terlalu lamban dalam menangani benca alam banjir yang menerjang Bumiayu belum lama ini, pasalnya hingga sepekan lebih belum ada tanda- tanda penanganan yang serius.

Padahal dampak banjir tersebut setidaknya telah merusak infrastruktur baik jalan maupun jembatan serta beberapa bangunan pemerintah lainnya juga bangunan warga.

” Ini sudah lebih dari seminggu bencana banjir melanda sebagian kota Bumiayu, namun sampai saat ini belum ada upaya penanganganan darurat oleh pemerintah. Kami DPRD mendesak segera dibuat jembatan darurat guna mempermudah mobilitas warga,” ujar Sudono wakil ketua DPRD Brebes saat melakukan kunker ke lokasi bencal banjir Kalierang.

Menurut Dono, poltisi Golkar ini, pembuatan jembatan darurat sangatlah penting dilakukan mengingat jembatan tersebut selain sebagai jalur alternatif dalam kota juga sebagai jalur utama warga menuju sekolah.

“Kami berharap pengerjaan jembatan darurat dalam pekan ini bisa dilaksanakan, mengingat pentingnya akses mobilitas warga ini,” ungkapnya.

Hal sama juga diakui langgota lainnya yakni Warsudi SPdI. Warsudi yang juga Wakil ketua DPRD Brebes, menilai pemerintah daerah lamban dalam penanganan darurat terutama jembatan yang putus.

Bencana itu sesuatu yang tidak diharapkan sehingga pemerintah harus siap dan cepat jika sewaktu-waktu bencana terjadi seperti sekarang ini.

Agar tanggap darurat bisa cepat terlaksana, DPRD mendesak agar bupati menerbitkan peraturan bupati tentang darurat bencana.

“Sudah saatnya Bupati membuat/menerbitkan peraturan baru yang mengatur penanganan darurat bencana. Agar nantinya setiap ada bencana alam yang terjadi, pemerintah bisa langsung bersama sama turun melakukan penangan tanggap darurat bencana secara cepat,” tandasnya mengusulkan. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi