By 12 May 2018

Miris, 7 Anggota Keluarga di Paguyangan Tinggal di Gubuk Plastik Berukuran 3X3

BREBESNEWS.co – Sungguh miris melihat kondisi keluarga Shaleh (43) warga Dukuh Tajurmalang RT 13 RW 05 Desa Winduaji kecamatan Paguyangan ini.

Sudah hampir 2 minggu terakhir, kleuarag mereka terpaksa harus tinggal di sebuah gubuk terpal plastik berukuran 3×3 meter.

Hal tersebut, lantaran rumah semi permanen yang biasa ditempatinya selama ini nyaris roboh dan membahayakan keselamatan keluarganya.

“Kami terpaksa tinggal ditenda ini karena, rumah kami tidak layak untuk ditempati dan membahayakan keselamatan,” ucap Shaleh kepada BREBESNEWS.co, Jumat (11/5/2018) saat menyambangi tempat tinggal gubuk terpal plastiknya.

Bapak dari dua anak ini menuturkan, awalnya keluarga yang berjumlah 7 orang itu masih menempati rumah yang hampir roboh tersebut.

Namun, karena dipandang membahayakan keselamatan para penghuninya, kemudian oleh warga sekitar, rumah itu lalu dirobohkan demi keamanan dan keselamatan penghuninya.

“Dengan kondisi seadanya kami bertujuh sekarang harus tinggal di gubug ini, sebagai pengganti rumah kami yang telah roboh,” katanya.

Winarti (38) sang istri menambahkan, didalam gubug kecil itu berisi 7 orang anggota keluarga, terdiri dari 2 orang anaknya, dengan seorang cucu. Selain itu juga ada ibunya beserta neneknya yang masih hidup.

Kemudian untuk masak dan tidur juga ditempat itu juga.

“Sebenarnya kami beberapa kali pernah didata oleh pemerintah desa, katanya buat diajukan untuk bantuan RTLH, tetapi hingga kini belum juga dapet,” ungkap Winarti.

Isi dalam rumah yang diempati keluarga Sholeh dengan bangunan yang di bangun terpal plastik

Diketahui anggota Dewan 

Mengetahui kondisi yang menimpa keluarga Shaleh, anggota DPRD Achmad Mafrukhi bersama Bima fans club suatu hari mendatangi keluarga tersebut.

Setelah melakukan dialog dan mengetahui keinginan keluarga itu untuk memiliki tempat tinggal yang layak.

Achmad Mafrukhi dan Bima fans club  akhirnya kembali datang dengan maksud untuk mewujudkan keinginan mereka miliki hunian yang layak.

“Upaya ini bentuk keprihatinan terhadap kondisi saudara kita kang Shaleh. Bersama BIMA fans club kita adakan bakti sosial, sekaligus mengirim bantuan material bangunan yang di perlukan untuk membangun rumahnya lagi,” kata Mafrukhi.

Menurut Mafrukhi, Keluarga Shaleh adalah salah satu dari sekian banyak masyarakat yang belum tersentuh bantuan RTLH program bedah rumah.

Padahal menurut pengakuan Shaleh dan istrinya, pernah didata untuk itu namun hingga saat ini belum juga mendapatkan bahkan hingga rumah mereka hampir roboh.

“Belum ada sentuhan pemerintah melalui program RTLH, sehingga secara pribadi kami membantu semampunya, agar rumah ini bisa berdiri walaupun hanya semi permanen,” ungkap Mafrukhi yang juga Bendahara Umum DPD Partai Golkar Kabupaten Brebes.

Selain Shaleh, lanjut Mafrukhi, masih ada 7 keluarga lagi yang rumahnya perlu dibedah dan datanya sudah masuk.

Dirinya berharap, meskipun dia bersama Bima fans club telah melakukan bhakti sosial dengan mendirikan rumah untuk Shaleh, bukan berarti pemerintah berpangku tangan saja.

“Karena masih banyak keluarga seperti shaleh yang butuh bantuan, namun tidak tersentuh bantuan RTLH/bedah rumah baik dari anggaran APBD maupun APBN,” tandasnya.

Sementara, Hendra aktifis peduli lingkungan, menyampaikan apresiasinya dan ungkapan terima kasih kepada anggota DPRD Golkar mas Mafrukhi yang telah peduli dengan kondisi keluarga Shaleh. (DHANI)

Posted in: Sosial