BrebesNews.Co 4 May 2018 Read More →

Pemkab bersama Pengadilan Agama Nikahkan Kembali 27 Pasangan Siri

Salah satu prosesi pernikahan kembali pasangan nikah siri yang berada di wilayah Brebes

BREBESNEWS.co – Dari 10 ribuan pasangan yang dinyatakan oleh Pemkab Brebes tidak memiliki akta nikah secara resmi, baru 27 yang dianggap sah secara oleh pengadilan agama, sete;ah mengikuti sidang istbat, atau pernikahan ulang yang disaksikan dan tercata di Pengadilan Agama Brebes.

Proses itsbat nikah ini dilakukan di Pendopo Brebes, Jumat (4/5/2018).

Itsbat dapat berlaku surut selama pernikahan siri yang dilakukan sebelumnya memenuhi syarat secara syariat agama.

“Sehingga anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut tetap mendapatkan hak dalam pencatatan sipil,” kata Athoilah Syatori, Ptl Kepala Bagian Kesra Setda Brebes, Jumat (4/5/2018).

Dia menjelaskan pasangan yang belum memiliki akta nikah ini tidak tercatat di KUA karena melakukan nikah siri. Pernikahan siri secara agama dianggap sah jika memenuhi persayaratan syar’i, namun tidak sah jika tidak memenuhi syarat rukunnya.

Sedangkan pasangan yang nikah sirinya tidak memenuhi syarat syar’i lanjut dia, dapat dilakukan pembaruan atau tajdid nikah.

Tajdid nikah ini, kata Athoilah sangat penting agar pernikahannya sah sesuai hukum agama dan juga memperjelas status sang anak.

Sebelum diselenggarakan itsbat nikah, pemerintah mengumumkan kepada warga untuk mendaftarkan dirinya.

Kepala Pengadilan Agama Brebes, Abdul Bashir mengungkapkan, tercatat ada 55 pasangan yang mendaftar.

Namun setelah diverifikasi hanya ada 27 pasangan yang memenuhi syarat untuk melakukan itsbat nikah.

“Daftar awal 55, tapi yang memenuhi syarat (yaitu) tidak ada poligami terselubung tidak ada poliandri dan nikahnya sah baru 27 pasangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Brebes, Mahrus menambahkan pasangan yang yang menikah tidak sesuai aturan agama jumlahnya lebih banyak.

“Mereka rata-rata masih berstatus belum bercerai dengan suami atau istri.
Untuk itu, Kementerian Agama akan melakukan pendataan,” kata Mahrus.

Secara umum, lanjut Mahrus, peserta itsbat nikah ini mengaku melangsungkan pernikahan karena masih di bawah umur dan nikah di bawah tangan.

Salah satu pasangan yakni Irwan dan Inka mengaku menikah siri karena masih di bawah umur.

“Saat itu istri nasih 14 tahun. Jadi kami nikah siri,” aku Irwan.

Proses itsbat nikah diawali dengan sidang oleh hakim Pengadilan Agama dengan menghadirkan saksi dan wali.

Berikutnya pasangan ini membuat buku nikah dengan menyerahkan surat keterangan dari Pengadilan Agama. Tahap terakhirnya pembuatan kartu keluarga dan akta kelahiran dari Disdukcapil. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi