BrebesNews.Co 13 May 2018 Read More →

Pemuda Larangan Bedah Rumah Tidak Layak Huni dalam Waktu 4 Hari

Ketua P3BL bersama Warjo (berkaos merah) yang rumahnya barus saja di renovasi lewat karya pemuda Larangan Kecamatan Larangan Brebes

BREBESNEWS.co -Sekelompok masyarakat Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Paguyuban Pemuda Perempatan Besar Larangan (P3BL) merenovasi rumah milik warga miskin setempat.

Uniknya, pembangunan yang dilaksanakan hanya memakan tempo yang singkat, yakni empat hari saja.

Rumah tidak layak huni tersebut disulap menjadi rumah semi permanen.

“Kami merasa prihatin melihat rumah Pak Warjo yang sangat tidak layak dihuni. Bersama teman teman kami menggalang dana dan alkhamdulillah terkumpul untuk membiayai renovasi rumah yang menelan biaya Rp25 juta lebih,” kata ketua P3BL, Basor usai menyerahkan kunci rumah secara simbolis, Minggu, 13 Mei 2018.

Ia mengaku program bedah rumah ini merupakan langkah awal dari pergerakan sosial anggota P3BL untuk ikut membantu program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

“Saya berharap kelompoknya bisa terus melakukan aksi sosial tanpa menunggu donasi pemerintah untuk warga yang membutuhkan bantuan,” lanjut Basori.

Bedah rumah tidak layak huni ini bekerja sama dengan warga setempat, melaksanakan gotong royong merenovasi rumah Warjo di Gang Sidamulya, Desa Larangan Kecamatan Larangan.

Tampak rumah Warjo yang barusan di rehab oleh Pemuda Larangan

Bisa ditiru

Program bedah rumah dimulai sejak Senin-Kamis, 7-10 Mei 2018. Dalam empat hari pula dana terkumpul dari para donator baik dari Desa Larangan maupun luar desa.

Rumah Warjo tersebut dibedah menjadi lebih baik. Tentu hal ini membuat istri Warjo, Sini, merasa sangat senang dan berterimakasih sekali.

“Sekarang keluarga Bapak Warjo dan Ibu Sini tidak lagi memikirkan atap rumah yang bocor ketika musim penghujan, karena rumahnya sudah di rehab menjadi bagus dan kokoh,” ungkapnya.

Harapannya kedepannya program bedah rumah ini, menjadikan motivasi pada kegiatan lain, dan pada tahun berikutnya bisa ditambah alokasi jumlah pembangunan rumahnya.

Sementara Ibu Sini istri Warjo mengungkapkan rasa senangnya mendapat bantuan rehab rumah, karena rumahnya jadi lebih baik.

“Saya senang dan terima kasih pada pemuda-pemuda Desa Larangan,” kata Sini.

Salah satu tokoh masyarkat Desa Larangan, Darto Hadi, mengatakan karya nyata yang dilakukan P3BL ini semoga menjadi pemantik kelompok masyarakat yang lain.

“Ini suatu langkah maju bagi kelompok pemuda di Desa Larangan. Apalagi latar belakang mereka yang terkesan tidak beraturan membuat warga masyarakat menjadi simpati,” ujarnya.

Darto menjelaskan, P3BL merupakan implementasi kelompok pemuda yang gemar nongkrong di perempatan.
Namun aksi sosial mereka membuka mata semua pihak, bahwa tidak ada yang tidak bisa berkarya dengan menebar kebaikan. (AFiF.A)

Posted in: Sosial