BrebesNews.Co 24 May 2018 Read More →

Resmi Tersangka, Kadin Perikanan Brebes Dibawa ke Lapas Tipikor Kedungpane

Kadin Kelauatan dan Perikanan Brebes Tandi API (kiri bertopi) saat berfoto dengan latar belakang excavator bantuan yang diduga diselewengkan peruntukannya

BREBESNEWS.co – Setelah sempat diperiksa pihak kejaksaan Negeri Brebes 19 April lalu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Brebes, Tandi API, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (24/5/2018).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes Tandi API, disangkakan mengkomersilkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dihubungi selulernya, Kepala Kejaksaan Republik Indonesia (Kajari) Brebes Transiswara,SH membenarkan penetapan tersangka kepada Tandi API.

“Benar. hari ini kami menetapkan yang bersangkutan resmi sebagai tersangka,” jelasnya singkat,.

Sebelum dibawa penyidik, kata dia, tersangka sempat menjalani pemeriksaan di Kantor Kejari Brebes.

Transiwara mengatakan tersangka diduga terlibat tindak pidana korupsi penyaluran dan pemanfaatan bantuan satu unit alat berat jenis excavator.

“Atas perbuatannya, tersangka telah merugikan keuangan negara sekitar Rp 1.267.409.000,” jelasnya.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Undang Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Menurutnya, setelah penyidik melimpahkan berkas tahap dua ke jaksa penuntut umum (JPU)  yakni otomatis ditetapkan tersangka, jaksa penuntut umum melakukan penelitian.

Setelah dinyatakan lengkap, tersangka baru dibawa dan dititipkan di Kedungpane Semarang.

Tandi ditahan terhitung hari ini hingga 20 hari ke depan sembari menunggu proses persidangan.

Dugaan kasus

Seperti diberitakan sebelumnya, Tandi Api beberapa kali diperiksa penyidik dari Kejaksaan Negeri Brebes.

Pejabat terkait diduga menyewakan alat berat bantuan pada 2016 lalu, yang seharusnya bantuan tersebut akan dikelola secara swadaya oleh petani tambak

Bantuan yang seharusnya di tujukan kepada salah satu kelompok tani tambak di Kecamatan Brebes, namun tidak langsung diserahkan kepada penerima, tetapi disewakan kepada pihak lain dengan nilai puluhan juta rupiah.

Parahnya, saat disewakan, alat berat sempat terperosok dan berada sekitar satu minggu di dalam kolam salah satu tambak di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.

Informasinya, alat berat berupa excavator (begho) tersebut terperosok setelah disewa untuk menambak salah satu tambak milik petani.

Di sisi lain, pihak kelompok tani tambak penerima bantuan, juga menolak bantuan karena saat akan diserahkan, alat berat tersbut sudah dalam kondisi rusak. (AFiF.A)

Posted in: Hukum