BrebesNews.Co 1 May 2018 Read More →

Tak ada Kejelasan, Warga Salem Buka Akses Jalan Longsoran di Pasirpanjang

Kerjabakti warga Salem membuka akses jalan di bekas timbunan longsor Desa Pasirpanjang

BREBESNEWS.co – Belum adanya kejelasan pembuatan akses jalan antar Salem – Banjarharjo pasca terjadinya longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem, Ferbruari lalu, warga Kecamatan Salem, akhirnya berinsiatip kerja bakti membuka akses jalan yang tertutup longoran.

Secara bergotong royong, mereka menyingkirkan material lumpur dan membuka kembali jalan yang terputus di Pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang. Kerjabakti ini melibatkan warga desa, ormas, karang taruna dan para santri.

Tidak ketinggalan para sopir angkutan umum yang setiap hari membawa penumpang dari dan menuju Salem.

“Kegiatan ini sebenarnya berbahaya dan belum diperbolehkan karena masih ada potensi longsor susulan. Namun ini terpaksa dilakukan karena warga khususnya penyedia jasa transportasi mengalami kerepotan dalam aktifitasnya,” ujar Uteng salah satu penyedia jasa angkutan Travel Jakarta – Salem, Senin (30/4/2018).

Menurut Uteng, selama Jalan Salem Banjarharjo di Gunung Lio terputus akibat longsor, para sopir harus memutar lewat Bumiayu. Warga yang akan ke Brebes kota maupun Jakarta harus melewati Bumiayu dengan tambahan waktu paling sedikit 3 jam.

Hal sama juga diakui Karto asal Desa Ciputih Kecamatan Salem. Menurut dia, sebagai penyedia jasa angkutan pembawa hasil bumi masyarakat Salem mengaku harus menambah biaya ongkos perjalanan akibat jalan memutar.

Menurut Karto, tiap membawa buah kelapa untuk dipasarkan ke Banjarharo saja BBM jenis bensin yang biasanya hanya beli 70 liter untuk pulang balik Salem – Banjarharjo, kini harus merogoh kocek 140 ribu rupiah akibat jalan yang ditempuh memutar ke Bumiayu terdahulu.

“Jadi perlu tambahan BBM dua kalilipat  untuk menempuh Salem – Banjarharjo atau sebaliknya,” aku Karto.

Sementara itu, dihubungi lewat saluran selulernya, Ketua Tanggap Bencana Ansor Kabupaten Brebes, Koko mengatakan, paska bencana longsor, dirinya banyak mendapatkan keluhan masyarakat Salem.

Karena banyak dari warga Salem yang setiap hari bekerja di Kecamatan Banjarharjo maupun Brebes.

“Jalan yang tertutup timbunan tanah kurang lebih 300 meter dan sekitar 250 meter sisanya hilang atau putus,” ujarnya.

“Mereka mengeluh kalau berangkat kerja harus mutar lewat jalur Bumiayu. Jangan hanya karna jalan ada ruas jalan sepanjang 550 meter yang tertutup timbunan tanah, warga harus mutar jauh dan biaya yang banyak,” tukas Koko.

Koko berharap, pemerintah segera membuatkan jalan Salem Banjarharjo yang lebih aman secepatnya mengingat kejadian longsor sudah hampir dua bulan. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi