BrebesNews.Co 22 June 2018 Read More →

EzzurA, Bangkitkan Kembali Dunia Music Ber-genre Qosidah

Ezzuhra saat pentas mendgisi acara reuni akbar di Ponpes Modern Al-Falah Jatirokeh Kecamatan Songgom asuhan KH Nasrudin

BREBESNEWS.co – Menikmati alunan music grup Qosidah EzzurA Semarang, Jawa Tengah, sama persis dengan menyantap alunan dendang syahdu Nasida Ria.

Hal tersebut karena memang Ezzura, terlahir dari rahim Nasida Ria sebagai bentukan regenerasi genre music Qosidah untuk meramaikan belantika music religi Indonesia.

“Kami menggodok mereka, sejak personilnya masih duduk dibangku kelas 5 SD, jadi bukan asal asalan dalam proses kelahirannya,” ujar Owner sekaligus Pimpinan Nasida Ria Grup Gus Choliq Zain  di sela pementasan EzzurA di Pondok Pesantren Modern Al Falah desa Jatirokeh, Songgom, saat mengisi hiburan acara reuni akbar, Rabu (20/6/2018).

Menurut Gus Choliq. melahirkan sebuah grup music tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh proses yang panjang, ketelatenan, kekompakan, dan tentunya harus dekat dengan Yang Maha Kuasa agar jiwa, dan raganya mampu menyajikan suguhan yang menyentuh hati pula.

Keindahan bermain music, tidak lepas dari campur tangan Allah SWT.

“Pembibitan personil EzzurA, berawal dari nol. Sama sekali belum kenal bermain music sehingga benar-benar totalitas dan tak terkontaminasi,” ujar Choliq.

Secara berkala, mereka berlatih tanpa mengenal letih di sekretariat Nasida Ria Jalan Raya Tugu 58 Telp 024-70151501 Semarang.

EzzurA, lanjutnya, menyajikan music tidak hanya hiburan belaka, tetapi juga bagaimana agar hati pendengar tersentuh keimanannya sehingga bisa memperbaiki jalan hidupnya ke jalan yang lurus dan diridloi Allah SWT.

Selintas Ezzuhra

Choliq menceritakan, EzzurA terlahir sejak September 2014. EzzurA dibangun untuk membangkitkan kembali dunia music bergenre Qosidah ditengah gegap gempitanya dunia hiburan.

Meski demikian, Ezzura bangkit dengan menyajikan lagu lagu Nasida Ria dan agar diterima kalangan muda diselipkan lagu pop, dangdut bahkan gambus namun diaransemen Qosidah.

Formasi EzzurA terdiri dari anak anak muda yang masih duduk dibangku SMP, SMA dan Mahasiswa. Mereka terdiri dari Pimpinan Gus Choliq Zain, Nazla zain (Penyanyi, MC), Romna (Keyboard), Ana (Bass), Mukaromah (Guitar), Zaza (Penyanyi), Immah (Penyanyi), Dina (Penyanyi), Faeza (Biola), Resty (Bass, Tamborin), Fizsa (seruling), Fia (keyboard) dan Rahma (kendang).

Cikal bakal Nasida Ria itu sendiri berawal dari grup-grup rebana. Namun berkat inovasi dan kreasi dari M Zain, grup ini memiliki genre tersendiri. Ia memiliki ciri khas berupa artis dan musisi pendukung yang terdiri dari wanita berjilbab.

Kalau Kasidah Rebana lebih dominan menyanyikan lagu-lagu irama padang pasir, Nasida Ria berkreasi dengan syair dan lagu berbahasa Indonesia.

Nasida Ria yang lahir 1975 merupakan musik kasidah modern pertama di Indonesia. Ditengah merebaknya musik Pop, Dangdut dan aliran Barat, Nasida Ria hingga kini masih bertahan. Nasida Ria juga menguasai lagu-lagu berirama dangdut sebagai selingan show.

“Sebagai regenerasi Kasidah Legendaris, EzzurA selain show diberbagai tempat tampil juga diprogram televisi selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah,” tutur Choliq.

EzzurA merupakan generasi keempat dari Nasida Ria yang terdiri dari anak anak yang masih duduk di bangku SMP hingga Kuliah.

Generasi pertama dan kedua merupakan para senior Nasida Ria. Untuk generasi ketiga terdiri dari personil yang masih kuliah dan selesai kuliah dan tergabung di Nasida Ria.

“Generasi ketiga dan keempat, tergabung dalam grup EzzurA. Sebab generasi ketiga masih tergolong remaja yang intinya ikut Nasida Ria tetapi kadang mengisi juga ke generasi empat bila terjadi kekosongan personil karena sekolah yang tidak bisa ditinggalkan,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi