By 1 June 2018

Ponpes Barokatul Quran Gandasuli, Lulus Santri Anak akan Hafal 5 Juz Quran

Bangunan depan gedung Ponpes Barokatul Quran Kelurahan Gandasuli Brebes

BREBESNEWS.co – Pondok Pesantren Barokatul Quran, Desa Gandasuli, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, meski belum terkenal layaknya Ponpes Benda di Sirampog ataupun Ponpes As-salafiyah di Luwungragi, namun geliatnya kini mulai bisa dirasakan bagi para santri, terutama santri anak yang ingin menimba ilmu Quran.

Ditemui di tempatnya, pengasuh Pesantren Barokatul Ahmad Fauzan, menuturkan, dirinya mendirikan pesantren tahfidz ini, sejak 2008 diawali dengan membawa santri yang dia asuhnya ketika di Pemalang, sebanyak 10 santri.

Lambat laun, dirinya merasa kewalahan karena semakin banyak peminat hingga santrinya mencapai 70 orang.

“Karena rumah saya kecil, maka saya ngontrak satu rumah lagi agar bisa menampung hingga 70 santri,” ungkapnya menceritakan awal perjalanan pesantren berdiri.

Menginjak 2013, pondok yang awalnya berada di rumah Gandasuli sebelah utara, tepatnya di perkampungan depan kantor Sekertariat DPRD Desa Gandasuli.

Seiring dengan banyaknya peminat anak yang ingin nyantri, kemudian pindah ke pondok yang baru di Gandasuli sebelah selatan, tepatnya di sebelah timur Kantor Balaidesa Kelurahan Gandasuli, dengan fasilitas ruang yang cukup memadai.

“Kepindahan ke pondok ini, pas kelahiran anak saya sehingga memiliki sejarah tersendiri,” ungkapnya.
Dengan berpindah tempat, kini santri yang mukim menjadi 260 santri.

Para anak-anak santri Ponpes Barokatul Quran di Kelurahan Gandasuli yang sedang melakukan kegiatan di dalam pondok

Menurutnya, penerimaan santri sengaja dibatasi karena keterbatasan tempat dan jumlah pengasuh yang hanya 30 orang.
Ditempat yang baru dengan luas sekitar 2500 meter persegi digabung pula dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Ada siswa MI yang ikut nyantri, ada juga yang pulang ke rumah. Tetapi pembelajarannya hampir sama bagi yang mukim ataupun yang pulang.

“Ada 130 yang mukim yang dimasukan ke dalam kelas B, dan yang tidak mukim juga 130 berada di kelas A,” tuturnya.
Santri yang mukim, tentu saja meneruskan hafalan Quran sepulang sekolah.

Sedangkan untuk pelajaran pondok sama seperti pondok-pondok salaf lainnya seperti fiqih, tauhid, tajwid, akhlak, bahasa arab, khot, imla dan dasar dasar pelajaran pesantren pada umumnya.

“Alhadulillah, penerapan Pesantren Satu Atap dengan Madrasah ini bisa meningkatkan disiplin santri karena santri tidak keluar seenaknya dari lingkungan pondok,” ucapnya.

Sebagai pondok yang mengasuk anak-anak usia antara 6 tahun hingga 12 tahun tentunya repot. Tapi dengan semangat ketelatenan dan pengasuhan yang disertai kesabaran membuat banyal anak yang betah mondok di Barokatul Quran ini.

“Dengan mondok di tempat ini, semoga Barokah, dan melahirkan anak yang saleh saleha,” ujarnya.

Fauzan juga mengungkapkan bila santri mondok di tempatnya, saat kelulusan santri paling tidak akan hafal 5 juz surah Al-quran.

( ILMIE)

Posted in: Pendidikan