BrebesNews.Co 7 June 2018 Read More →

Rumah Quran Ash Shaff, Membuka Kelas 2 Minggu Hafal Al Quran

Para santri saat belajar membaca hafalan Quran di rumah Ash Shaaf, Bumiayu

BREBESNEWS.co – Rumah Quran Ash Shaff Dukuh Blere desa Adisana kecamatan Bumiayu, memanfaatkan Momentum bulan suci Ramadhan tahun ini dengan membuka kelas Hafal Al Quran dalam 2 Minggu. Kelas yang dibuka sejak tanggal 27 Mei – 10 Juni 2018 ini diikuti oleh Santri santri dari berbagai usia, mulai dari usia 9 tahun hingga 20 tahun.

Mereka rata-rata ingin menjadi hafidz dan hafidzoh seperti yang ada di TV, namun ada juga untuk sebuah syarat masuk sekolah ataupun perguruan tinggi yang membebaskan biaya pendidikan jika hafal AL Quran.

Seperti halnya Fitrya Nabila Rabani (18) peserta yang baru lulus SMA ini, selain ingin menjadi Hafidzoh, dirinya juga tengah mengejar target hafal Alquran agar bisa masuk perguruan tinggi yang ditujunya di Yogyakarta.

“Setelah lulus SMA, awalnya saya mau langsung kuliah namun ditempat kuliah yang saya tuju ternyata ada syarat yang membuat saya ingin mencobanya. Disana ada Tulisan (Gantilah biaya kuliahmu dengan hafal Alquran), jadi saya mengejar target itu dengan belajar di Rumah Quran Ash Shaff ini,” ujar Nabila disela-sela kegiatan setoran hafalan di Rumah Quran Ash Shaff, Kamis (7/6/2018).

Nabila mengatakan, selama hampir dua minggu ini dirinya menghafal AlQuran dengan cara membaca surat demi surat dan ayat demi ayat secara berulang ulang setiap selesai Sholat Subuh, Dzuhur, dan Sholat Ashar. Kemudian setelah Sholat Taraweh kembali dilanjutkan dengan murotal surat surat yang sudah hafal.

“Alhamdulillah Saya sudah hafal 3 juz AlQuran dan rencananya setelah ini insya Alloh akan dilanjutkan dirumah hingga hafal sampai 30 juz Al Quran,” Ungkapnya.

Pengasuh Rumah Qur’an Ash Shaff Ustadz Muhammad Khusaeri mengatakan, program Usbuu’ain ma’al Quran (2 minggu bersama alquran) memang sengaja diadakan pada bulan suci Ramadhan dan selama dua pekan peserta diberikan metode khusus dalam menghafal Al Quran.

“Untuk peserta berasal dari Brebes Selatan dan ada pula dari luar kota yakni dari Purwokerto,” Kata ustadz Khusaeri.

Menurutnya, Setiap Sore atau setelah Sholat Ashar para peserta berbaris dihadapan guru pembimbing, lalu mereka menyetorkan surat yang telah dihafalkan dihadapan guru pembimbing yang juga anak-anak dari ustadz Khuseri yang telah menjadi Hafidzoh dan telah Kuliah tanpa biaya sepeserpun karena hafal Quran.

“Setiap sore paracpeserta selalu setor hafalan dan tingkat hafalan tidak sama tergantung dari kemampuan masing-masing,” imbuhnya.

Fairuz sang guru pembimbing mengatakan, metode yang digunakan yakni dengan cara Tikror Makro ( diulang-ulang) per halaman dan per ayat antara 10-20 kali hingga hafal.

Menurutnya, dengan metode Tikror Makro ini lidah akan terbiasa dengan apa yang dilafadzkan secara berulang-ulang tersebut.

“Jadi dalam menghafal Al Qur’an itu bukan perkara cepat atau tidaknya, tetapi menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan,” ungkapnya.

“Jika menghafal secara cepat, biasanya akan cepat pula lupanya. Seperti Surat Al Fatiha yang sering diulang-ulang, maka kita otomatis akan menghafalnya,” imbuh Fairuz.

Menghafal Al Qur’an membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Untuk itu menghafal diperlukan 3.500 kali mengulang ayat. Ia menambahkan, hal yang paling sulit adalah mengkontinuekan atau konsisten dalam menghafal Al Qur’an.
(DHANI)

Posted in: Serba Serbi