By 21 July 2018

Anak Tukang Ojek dan Anak Buruh Bangunan Ukir Juara Nasional Bela Diri

M Arafi Udin dan M Riqki Fadilah denga medali emas yang di ukirnya lewat olah raga bela diri

BREBESNEWS.co – Siapa sangka anak seorang tukang ojek dan buruh bangunan ini mampu menorehkan prestasi yang gemilang dibidang seni beladiri dan berhasil meraih 14 medali, mulai medali perak hingga emas.

Mereka adalah M Arafi Udin (17) putra dari pasangan Toyadi (50) dengan Wakiyah (45) warga Dukuh krajan RT 01 RW 01 Desa Langkap Kecamatan Bumiayu yang berhasil meraih 4 Medali, dan M Rizqi Fadillah (17) putra dari Pujo Utomo (40) dengan Aisyahtul Muwahidah (35) warga Desa Linggapura Kecamatan Tonjong yang berhasil meraih 10 Medali.

Meskipun keduanya merupakan penerima manfaat program PKH, namun semangat mereka untuk meraih prestasi setara dengan semangatnya Lalu M Zohri sang juara dunia yang mendapatkan 20 Medali.

Kedua anak ini tak pernah minder meskipun mereka tergolong dari keluarga tak mampu dan penerima program PKH tapi semangat menjadi sang juara selalu ada dan mereka pantas mendapatkan apresiasi serta penghargaan.

M Arafi Udin ini sebenarnya mempunyai cita-cita menjadi atlit sepakbola, iapun kerap ikut pada sejumlah pertandingan mewakili sekolahnya.

Namun untuk saat ini ia cenderung sering ikut kejuaraan beladiri baik popda maupun kejuaraan nasional yang belum lama ini digelar di kota satria Purwokerto dan kota besar lainnya.

Putra pertama dari dua bersaudara ini, berhasil mengalahkan puluhan pesilat dari berbagai daerah se-Indonesia dan berhasil menjadi juara pertama pada kejuaraan Nasional Soedirman Pencaksilat Champion Ship yang digelar Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

“Pesilat yang ikut lumayan tangguh dan hebat hebat bahkan ada yang dari NTB, Lombok dan Bali, sehingga perjuangan saya cukup berat untuk bisa menang meraih juara pertama tingkat Nasional ini,” ujar Arafi saat ditemui dirumahnya, Sabtu (21/7/2018),

Menurut Arafi yang masih duduk dibangku SMK Mutu Bumi ini, sejatinya dalam setiap pertarungan/laga itu tidak ada jurus andalan ataupun teknik mematikan apapun untuk mengalahkan lawan, hanya yang dibutuhkan adalah ke-akuratan dan kecepatan gerakan baik dalam menyerang maupun menangkis serangan lawan.

“Yang paling utama konsentrasi dengan gerakan lawan dan kecepatan serta keakuratan serangan yang kita gunakan untuk menang,” katanya.

Arafi bersyukur kedua orangnya selalu mendukung apa yang dilakukannya selama ini, meskipun kondisi ekonomi mereka terbilang pas pasan.

Namun Toyadi sang Bapak yang kesehariannya sebagai tukang ojek, tak pernah putus asa untuk selalu terus memberi semangat kepada anaknya ini.

Dia berprinsip biarpun anak tukang ojek tapi jangan mau kalah dengan anak orang kaya, apalagi dibidang prestasi harus lebih baik dari mereka.

Arafi selama ini telah mendapatkan 4 Medali ( 2 medali emas, 1 medali perak dan 1 perunggu).

“Ini untuk membuktikan kepada dunia bahwa anak tukang ojekpun bisa jadi juara Nasional, jika ia mau bersungguh sungguh menggapainya,” ungkap Toyadi sang ayah.

Jika Arafi juara Nasional untuk kategori LAGA, sementara M Rizqi Fadillah juga salah satu juara Nasional pada kejuaraan Soedirman Pencak silat Champion Ship 2018 yang digelar di Purwokerto, untuk Kategori Seni.

Selama ini M Rizqi Fadilah telah berhasil meraih 10 medali, antaranya 6 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Untuk kejuaraan yang pernah diikutinya salah satu diantarnya, Juara 2 Tapak Suci CUP SEJATENG JABAR, Juara 1 02SN Tingkat Kabupaten BREBES Kategori SENI, Juara 1 O2SN Kategori LAGA, JUARA 1 O2SN Kategori LAGA Tingkat Karesidenan Pekalongan, Juara 1 KEJURDA Tapak Suci Tingkat Karesidenan Pekalongan dan bebrapa kejuaraan beladiri lainnya.

Sementara Nur Zaman salah satu pendamping PKH mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan prestasi yang diperoleh dari para penerima program PKH ini.

Dirinya akan berupaya memperjuangkan nasib para atlit ini agar ada perhatian dari pemerintah dan pihak lain yang peduli terhadap anak berprestasi seperti mereka.(DHANI)

Posted in: Olahraga