BrebesNews.Co 5 July 2018 Read More →

Buron 4 Tahun, Pelaku Korupsi Sapi, Sunardi bin Jihad Akhirnya Ditangkap Kejaksaan

Ilustrasi

BREBESNEWS.co – Sunardi bin Jihad (63) warga Desa Pamederan RT 008 RW 003 Kecamatan Ketanggunga akhirnya jadi penghuni Lempaga Pemasyarakat (Lapas ) Brebes, setelah sempat menjadi buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 4 tahun oleh pihak Kejaksaan Brebes.

Dia ditangkap dipersembunyiannya di daerah Tapos Depok Jawa Barat.

Kepala Kejaksaan Repubik Indnesia (Kajari) Brebes Transiswara Adhi,SH dalam relese persnya, Kamis (5/7/2018) kepada sejumlah wartawan menyatakan, DPO Sunardi ditangkap kejaksaan Rabu pagi (4/7/2018), dan Rabu malamnya seketika itu juga setelah berhasil di tangkap di Depok.

Dia langsung di eksekusi ke Lapas Brebes untuk menjalani hukuman.

Konfresni pers Kejari Brebes seputar penangkapan DPO Sunardi bin Jihad pelaku korupsi sapi

Menurut Transiswara, Sunardi dijatuhi hukuman selama 3,6 tahun pada tahun 2014 oleh Pengadilan Tipikor Semarang Jawa Tengah secara In Absentia, atau pelaku tidak hadir karena buron selama proses peradilan.

Sunardi ditangkap karena menjadi tersangka dalam program dana bantuan sosial Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dan peternakan dari Dinas Peternakan Brebes senilai Rp 340 juta dengan anggaran APBD kabupaten.

Proposal penerima program UPPO ini,  diajukan oleh Kelompok Tani ‘ Maju Bersama ‘ di Desa Pamedaran Kecamatan Ketanggungan yang diketuai oleh Sunardi bin Jihad.

Setelah dana cair dan masuk ke rekening Sunardi, dana diambil dalam tiga tahap.

Pertama untuk kegiatan pembuatan kandang, membeli 35 ekor sapi dan membeli mesin pengelola pupuk organik dari kotoran sapi.

Dalam pelaksanaan, dari 35 sapi itu, 3 sapi dilaporkan mati dan menyisakan 32 ekor. Namun oleh Sunardi, sisa sapi sebanyak 32 itu bukan dipelihara, justru dijual tanpa pemberitahuan anggota kelompok lainnya.

Secara sepihak terpidana secara bertahap menjual semua sapi bantuan ini. Pertama 15 ekor dan kemudian 17 ekor. Akibatnya perbuatannya itu, negara dirugikan sebanyak Rp. 209.206.950.

“Akibat perbuatannya, terdakwa melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UURI no. 31 th 1999 Jo. UURI No. 20 Th 2001 tentang pemberantasan Tipikor,” beber Transiswara.

Selain penjara 3 tahun 6 bulan, Pengadilan juga menghukum terdakwa dengan denda sebesar Rp 209.206.950. Sesuai ketentuan, denda harus dibayar paling lambat 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara 2 tahun kurungan. (AFiF.A)

Posted in: Hukum