BrebesNews.Co 4 July 2018 Read More →

Stabilkan Harga, Dirut Bulog Resmikan Penyimpanan Bawang Merah Modern di Brebes

Salah satu petugas dari Bulog saat memperlihatkan bawang yang tengah di simpan di alan penyimpanan bawang modern di Klampok

BREBESNEWS.co – Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Wasesa, Rabu siang (3/7/2018) meresmikan bangunan sarana penyimpanan bawang merah dengan sistem pengkondisian udara (controlled atmosphere storage/CAS) di Kompleks Pergudangan Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes.

Tempat penyimpanan itu berbeda dengan dengan storage (pendingin) lain yang sudah pernah ada.

Sistim CAS ini merupakan penyimpanan seperti kontainer pendingin dengan kontrol atmosfer.

“Kami bangun mesin ini di sini karena Brebes merupakan sentra produksi bawang merah nasional,” kata Budi Waseso, dalam sambutanannya didepan hadirin, termasuk Bupati Brebes Idza Priyanti beserta jajarannnya.

Dengan adanya tempat penyimpanan itu, dia yakin pasokan nasional produk pertanian khususnya bawang merah aman.

Petani bisa menjual bawang merahnya saat panen raya ke Bulog. Bulog pun tidak kebingungan lagi karena sudah memiliki tempat penyimpanan khusus.

“Ini juga berguna untuk stabilisasi harga bawang merah di pasaran,” ujarnya.

Seperti diketahui, produk hortikultura bawang merah merupakan satu dari beberapa yang paling sulit untuk disimpan.

Jika pasokan sedang melimpah dan harga rendah, petani biasanya menyimpan bawang merah.

“Jika disimpan lama-lama tanpa teknologi, bawang merah akan mengalami penyusutan hingga penurunan kualitas,” tandas Jendral mantan Kabareskrim dan Kepala Badan Narkotika Nasional itu

Direktur Utama Badan Urusan Logistik Budi Wasesa saat memberi pernyataan persnya usai peresmian

Sementara itu, General Meneger (GM) pimpinan proyek pembuatan sarana penyimpanan bawang merah sisitim CAS, dari Pura Grup Kudus Agung Subeni menyatakan, gudang yang sekarang sudah jadi memiliki luas tanah kurang lebih 7.8 meter persegi dengan luas bangunan 5 x 6 meter persegi.

Bangunan itu dilengkapi gudang jemur bawang seluas 391 meter persegi.

Sarana ini terbagi menjadi 20 ruangan atau kopel untuk menyimpan bawang merah dengan dilengkapi mesin CAS.

Setiap ruangan masin- masing memiliki kapasitas sebanyak 13,6 ton bawang merah dengan daun (askip) atau 16,32 ton bawang merah tanpa daun (rogol askip).

Mesin CAS ini dilengkapi teknologi canggih dengan sistem pengkondisian udara yang mengontrol kelembaban, oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan ethylene.

Teknologi penyimpanan itu mampu menghambat laju pematangan atau penyusutan agar bawang merah bisa disimpan dalam waktu lama.

“Dengan teknologi canggih ini, bawang merah dapat disimpan tiga hingga enam bulan lamanya dengan nilai susut maksimal hanya 10 persen,” terang Agung.

Sementara untuk hitungan biaya, Agung menjelaskan sangat irit dan efesien, karena selama penyimpanan selama sebulan bawang merah tarif hitungannya hanya 1000 rupiah untuk per-kilonya. (AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis