By 15 August 2018

Hendak Beli Etalase, Remaja Putri Malah Jadi Korban Perkosaan Oleh Penjualnya

Ilustrasi

BREBESNEWS.co – Salah seorang remaja putri bernama Mar (19) warga Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Minggu (12/8/2018) kemarin menjadi korban perkosaan oleh pedagang etalase yang merupakan warga jalan Tritura Kampung Kleben Brebes, bernama Ryco Amelza Firdaus (RAF).

Korban diperkosa di dalam ruko milik pelaku, di Desa Pebatan Kecamatan Wanasari tersebut saat hendak memilih etalase yang akan dibelinya sekira pukul 11.00 WIB.

Selain diperkosa, korban juga mengalami luka memar dibagian tangan, akibat pukulan pelaku karena hendak melawan saat akan diperkosa.

Ditemui diruangan kerjanya, Rabu (15/8/2018) Kaur Binops Reskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno, membenarakna adanya kejadian itu.

Dia menjelaskan kejadian bermula saat korban janjian bertemu dengan pelaku karena hendak membeli etalase.
Setelah janjian, keduanya sepakat bertemu di ruko milik pelaku di Desa Pebatan

Setelah melihat etalase yang akan dibeli, korban diajak masuk. Namun setiba di depan kamar, korban didorong ke tempat tidur hingga terjerembab di kasur.

“Setelahnya setelah berada di kasur pelaku membekap muka Mar dan mencoba menindih tubuhnya,” ujar Triyatno.

“Korban sempat melakukan perlawanan hingga pelaku jatuh. Perlawanan Mar (korban) dibalas oleh RAF (pelaku) dengan pukulan dan cekikan di bagian leher hingga korban pasrah digagahi. Hal tersebut karena pelaku sempat mengancam akan membunuh jika terus melawan,” imbunya.

Korban baru berhasil keluar dari ruko tersebut sekitar pukul 16.00 WIB, saat pelaku keluar untuk membeli makanan.

“Saat ruko dalam kondisi sepi, Mar keluar melalui pintu belakang. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya itu,” ungkap Triyatno.

Dari laporan keluarga korban, petugas Polres Brebes menangkap pelaku di Pejagan Kecamatan Tanjung.
Sejumlah barang bukti yang ada kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan.

“Pelaku bisa dijerat dalam Pasal 285 KUHP tindak pidana pemerkosaan, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi keluarga, korban (Mar) saat ini masih trauma dan depresi akibat kejadian perkosaan itu, (AFiF.A)

Posted in: Kriminal