BrebesNews.Co 17 August 2018 Read More →

IPB Bersama Kelompok Ternak Desa Buara Kembangkan Makanan Wafer Sapi

Makanan jenis wafer yang dikembangkan oleh Institut Pertnaian Bogor beserta kelompok ternak sapi di Desa Buara Kecamatan Ketanggungan

BREBESNEWS.co – Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Baperlitbangda), Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, dan kelompok ternak Desa Buara Kecamatan Ketanggungan saat ini mengembangkan pakan hewan sapi berupa ‘wafer’.

Wafer untuk sapi layaknya roti wafer untuk manusia, merupakan makanan dengan potensi bahan baku lokal yang tersedia di sekitar kita.

“Ini dapat digunakan sebagai pakan ruminansia pengganti rumput atau tumbuhan hijau lain. Memiliki tinggi serat dengan dosis lebih hemat,” tutur Prof Yuli yang hadir dalam pembuatan pakan ternak nonrumput itu di Desa Buara Ketanggungan, Kamis (16/8/2018).

Menurut Yuli, makanan jenis wafer untuk sapi bisa dimanfaatkan saat musim kemarau saat ini. Bisa digunakan saat peternak kesulitan mendapatkan pakan.

“Mereka, para peternak bisa membuat wafer pakan itu saat musim hujan dimana tumbuh- tumbuhan hijau, kemudian menyimpannya dan menggunakan saat musim kemarau seperti sekarang ini,” tuturnya.

Dengan dibantu puluhan mahasiswa IPB, warga membuat wafer pakan yang terbuat dari kulit kopi, dedak, onggok atau ampas kayu dan bahan tumbuh- tumbuhan lain serta molase.

Bahan yang bisa digunakan untuk membuat wafer ternak bisa dari berbagai macam tumbuhan, semisal daun lamtoro, daun jagung, dan tumbuhan lain serta limbah di pasar.

“Keunggulan makanan wafer bisa disimpan karena bahan bakunya yang awet, meningkatkan daya suka ternak, produktivitas naik karena daya suka ternak tinggi, dan juga ketersediaan bahan lokal yang ada,” ujarnya.

Menurut Yuli di makanan wafer ada campuran bahan molase atau tetes tebu yang membuat wangi. Bahan itu dapat membuat daya suka hewan ternak meningkat.

Ia menjelaskan, perbedaan bobot sapi yang dimakan rumput biasa dengan wafer ternak sangat berbeda. Berdasarkan hasil penelitiannya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan

objek sapi jenis Bali, bobot sapi bertamah bobotnya 750-900 gram perharinya.

“Angka itu lebih tinggi ketimbang diberikan pakan biasa yang hanya naik 350 gram perhari,” ungkapnya.

Menurut Dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) IPB ini, jika dilihat dari proses pembuatannya, wafer pakan ternak ini dibuat dengan pengepresan jika semua bahan sudah dicampur.

Sementara, Kepala Seksi Pakan Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Budi Yusharsono, menuturkan dengan adanya pelatihan dari IPB cara membuat wafer itu, peternak diberikan motivasi dan semangat.

“Diharapkan inovasi dari IPB di Desa Buara yang merupakan sentra ternak sapi ini dapat diadopsi di desa- desa lain di Kabupaten Brebes,” ucapnya. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi