BrebesNews.Co 30 September 2018 Read More →

500 Kasus Kaki Gajah di Jateng, Terbesar di Brebes

Launching pemberian obat massal filiarosis penyakit gajah oleh Bupati Brebes Idza Priyantibdi Islamic Center

BREBESNEWS.co – Bupati Brebes Idza Priyanti mengajak masyarakat untuk bersama-sama minum obat filariasis untuk mencegah terjangkitnya penyakit kaki gajah.

Kesadaran minum obat tersebut, akan mengeliminir atau menghilangkan terserangnya penyakit kaki gajah.

Untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus mengkampanyekan dan mensosialisasikan mengenai penyakit kaki gajah.

“Mari kita mulai dari lingkungan keluarga, saudara, tetangga, sekolah, dan tempat yang lainnya seperti saat ini di pasar ahad saporete,” ajak Idza saat melaunching Pemberian dan Minum Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis penyakit kaki gajah di Islamic Centre Brebes, Minggu (30/9/2018).

Penyebaran penyakit kaki gajah harus kita hentikan bersama dengan melakukan minum obat bersama-sama.

“Rumah dan lingkungan kita juga harus bersih dan sehat, agar terhindar dari gigitan nyamuk filariasis, dan mandi secara teratur,” tambahnya.

Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA) yang dilaksanakan setiap Oktober, merupakan bulan dimana setiap penduduk yang tinggal di kabupaten/kota endemis penyakit Kaki Gajah di seluruh wilayah Indonesia secara serentak minum obat pencegahan penyakit kaki gajah.

“Kegiatan minum obat ini disebut. Belkaga merupakan langkah akselerasi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah tahun 2021,” tandas Idza.

500 kasus kaki gajah

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kabid P2 dokter Tatik menyampaikan sedikitnya ada 500 kasus yang terjadi sekarang ini, sebagian besar ada di Kabupaten Brebes.

Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) harus dilakukan secara maksimal. Kalau kurang dari 85 % tidak efektif dan akan menjadi sumber penularan.

“Harapannya dalam 5 tahun Kabupaten Brebes dapat terhindar dari penyakit kaki gajah,” ujar Tatik.

58 Kasus di Brebes

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi menjelaskan, di Provinsi Jawa Tengah ada 9 daerah endemis Filariasis penyakit kaki gajah antaranya di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Brebes dengan jumlah kasus di Jawa Tengah sebanyak 227 kasus.

“Untuk jumlah kasus di Kabupaten Brebes sendiri sampai dengan sekarang sejumlah 58 kasus Filariasis,” ungkap Sri Gunadi.

Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kaki gajah di Kabupaten Brebes telah dimulai sejak tahun 2017, dan menetapkan Bulan Oktober sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah, dengan capaian minum obat 87,20 %.

Pada tahun ini memasuki tahun kedua program tersebut.

Untuk menghentikan siklus hidup cacing filariasis secara permanen, pemberian obat pencegahan secara massal tersebut harus dilaksanakan sekali setiap tahun selama minimal 5 tahun berturut-turut di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

“Sasaran POPM ini adalah penduduk usia 2 sampai dengan 70 tahun yaitu sekitar 1.700.000 orang, dengan target cakupan minimal 85 %,” tambah Gunadi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Narjo beserta OPD, jajaran Forkopimda, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Kader Posyandu, serta anak-anak sekolah dan masyarakat. (AFiF.A).

Posted in: Serba Serbi