By 11 September 2018

Perlakuan Suami, Diduga Picu Nekatnya Ibu Bawa Anak Bunuh Diri di Sungai Pemali

Kediaman asal Diah Pamularsih di Desa Bulakamba Kecamatan Bulakamba

BREBESNEWS.co – Permasalahan keluarga, menjadi dugaan kuat, Diah Pamularsih (24) nekat dengan membawa anaknya Abdul Falakh (3) melakukan aksi menceburkan diri ke aliran sungai Pemali, sekitar Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari.

Aksi tersebut, mengakibatkan keduanya dinyatakan tewas. Jasad pertama yang ditemukan yakni Abdul Falakh pada Senin (10/9/2018) sore hari sekira pukul 17.00 WIB.

Selanjutnya, Selasa paginya (11/9/2018) sang ibu, Diah Pamularsih juga ditemukan ditempat sama tak jauh saat diketemukannya sang anak.

Foto Abdul Falakh (3) anak antara Khaerul Ikhsan dan Diah Pamularsih

Keduanya merupakan warga Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari, meski Diah Pamularsih sendiri merupakan warga asal Desa Bulakamba Kecamatan Bulakamba.

Sejak nikah dengan suaminya Khaerul Ikhsan (27) Diah tinggal ditempat suaminya di Desa Pesantunan.

Teguh (46) sang paman Diah saat ditemui di kediaman asal korban Diah, di Desa Bulakamba RT 03 RW 02 Kecamatan Bulakmab, menuturkan, bahwa Diah datang ke rumahnya di Bulakamba sekitar Sabtu (9/9/2018).
Diah sendiri merupakan anak yatim-piatu yang sejak kecil ditinggal bapak-ibunya.

“Dia hari Sabtu sempat kesini, tempat kediamannya, namun tidak ada yang dibicarakan. Dia hanya diam saja seolah-olah tidak ada maslah,” ujar Teguh yang merawat Diah sejak kecil kepada BREBESNEWS.co, Selasa (11/9/2018). Sebelum acara pemakaman korban.

Teguh baru tahu kalau selama ini Diah menaggung beban keluarga dari beberapa saksi yang sempat menanyai korban.

“Katanya sih sebelum nekat menceburkan diri ke sungai Pemali, korban sempat ditanya kenapa berada di tepi sungai, dan jawaban korban katanya sedang putek,” ujar Teguh.

Teguh sendiri mendengar rumah tangga Diah bersama suaminya Khaerul mulai goyah, semenjak suaminya mengalami kecelakaan sepeda motor 5 bulan lalu.

“Suaminya Khaerul sempat di operasi otaknya akibat kecelakaan. Namun setelahnya, dia (Khaerul) menjadi sering ngamuk-ngamuk tanpa alasan,” kata Teguh.

“Mungkin dari kejadian itu, Diah merasa tidak kuat menahan beban derita akibat perlakuan suaminya. Bahkan saat
jenazah anaknya Abdul Falakh di pulangkan dirumahnya di Pesantunan, Khaerul sempat ngamuk dan memecah kaca rumahnya,” sambung Teguh.

“Ada dugaan Khaerul menjadi hilang ingatan sejak kecelakaan sepeda motor yang dialaminya,” tandas Teguh.

Korban dimakamkan

Sementara itu, berdasarkan pantauan BREBESNEWS.co, korban dugaan bunuh diri yang melibatkan ibu dan anaknya, Diah Pamularsih sudah ditangani pihak keluarga.

Jenazah anaknya, Abdul Falakh di makamkan di kediaman bapaknya Khaerul di Desa Pesantunan Kecamatan wanasari.
Sedang ibunya Diah Pamularsih dimakamkan di tempat asalnya di pemakaman Desa Bulakamba, Selasa siang (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi