BrebesNews.Co 7 September 2018 Read More →

Polisi Tangkap 2 Orang Pembabat Pohon Mangrove di Dukuh Pandansari Brebes

Padono dan Waridin (posisi duduk) saat berada di Mapolsek Brebes beserta barang-barang yang digunakan untuk membabat ataupun menebang pohon mangroove

BREBESNEWS.co – Jajaran Kepolisian Sektor Brebes, berhasil mengamankan dua orang yang kedapatan melakukan pembabatan tanaman mangrove, di Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes, yang meresahakan warganet Brebes.

Keduannya yang merupakan warga Kecamatan Petarukan Pemalang Jawa Tengah ini, diamankan polisi Jumat siang (7/9/2018) sekira pukul 14.00 WIB, di lokasi pembabatan mangroove.

Selain mengamankan dua pembabat mangrove ini bernama Padono (52) dan Waridin (50) ini, polisi juga mengamankan barang yang digunakan, seperti garagaji mesin, gergaji manual, 5 golok dan 2 tas berisi pakaian keduanya.

Lahan mangroove yang di babat atau di tebang

Didepan polisi, Padono mengaku hanya disuruh oleh tetangganya bernama Carubi (35) warga Desa Ulujami Kecamatan Comal untuk membabat lahan tanaman mangrove.

“Saya hanya disuruh bekerja saja sama pak Carubi. Katanya untuk membuka lahan tambak yang sudah dibelinya. Satu hari penuh saya dibayar Rp 90 ribu,” ujar Padono. Saat ditanyai wartawan di Mapolsek Brebes

“Sebelumnya pekerja yang ada 5 orang, namun ketiganya sedang pulang, dan tinggal kami berdua di lokasi,” imbuhnya.

Menurut Padono, dia bersama rekan-rekannya, di bayar per-harinya sebesar 90 ribu untuk membabat pohon mangroove tersebut.

Ditanyai sudah berapa lama kerja membabat mangroove tersebut, Padono mengaku sudah memulainya hari Sabtu, seminggu lalu.

“Mulainya hari Sabtu lalu, saya enggak tau berapa hektare yang sudah ditebang. Yang jelas banyak,” akunya.

Padono membeberkan, jika dirinya tak mengetahui tindakan pembabatan tanaman mangroove di kawasan ekowisata merupakan larangan.

“Saya nggak tau kalau dilarang. Tahunya saya disuruh untuk membuka lahan tambak,” katanya dengan nada polos.

Sementara itu, Kapolsek Brebes AKP Harti mengatakan, kedua pembabat mangroove ini diamankan atas dasar laporan masyarakat Pandansari.

Adapun, berdasarkan pengakuan keduanya, rencana pembabatan untuk lahan tambak yang dibeli Carubi seluas 12 hektare. Namun yang baru di babat pohon mangroove-nya baru sekitar 2 hektare.

“Dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan memanggil Carubi untuk bisa membuktikan surat kepemilikan tambaknya itu legal apa ilegal,” tandas Harti. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal