By 25 October 2018

4 SMK di Kabupaten Brebes dapat Program Teaching Factory Kementerian Pendidikan

Drs Sutardi MM dari Direktorat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat memberi pengarahan di Program Teaching Factory di SMK 1 Maarif Paguyangan

BREBESNEWS.co – Hingga tahun 2017 diketahui jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang, dari angka tersebut 9,27 persenya merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Padahal sejatinya lulusan SMK itu disiapkan untuk bekerja setelah selesai dari sekolah.

Demikian disampaikan Drs Sutadi MM selaku Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat sosialisasi dan Pendampingan Program Bantuan Pengembangan Teaching Factory, Rabu sore (24/10/2018) di SMK Maarif NU 1 Paguyangan.

Drs Sutardi MM mengatakan, pengangguran lulusan SMK salah satunya disebabkan karena rendahnya soft skill lulusan itu sendiri.

Guna mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah pengangguran itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan sebuah Program Bantuan Pengembangan Teaching Factory untuk sejumlah SMK yang ada di Indonesia.

“Seperti SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan ini yang beruntung menerima program Teaching Factory dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” kata Sutardi

Menurut Sutardi, Program teaching factory dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan daya kompetensi siswa lulusan SMK.

Karena Teaching Factory merupakan program yang menjembatani antara sekolah dengan dunia industri atau usaha yang memiliki kesamaan bidang keterampilan.

“Tahun 2018 ini, di Indonesia terdapat 140.000 SMK,  sedang untuk di Jawa Tengah ada 500 SMK yang mendapat bantuan program teaching factory. Hingga tahun 2019 akan ada 1.000 SMK yang dibantu dengan Program teaching factory ini,” beber Sutardi.

 

Khusus untuk Kabupaten Brebes ada 4 (empat) sekolah yang mendapat bantuan tersebut yakni SMK Maarif NU 1 Paguyangan, SMK Muhammadiyah 1 Bumiayu dan SMK Al Furqon Bantarkawung.

“Kemudian yang satu lagi berada diwilayah Brebes Utara. Dengan adanya program Teaching Factory diharapkan bisa meningkatkan softskill para lulusan SMK,” pungkasnya.

Kepala SMK Maarif NU 1 Paguyangan Mardiyanto SAg sangat senang dan menyambut baik program bantuan Teaching Factory untuk sekolah yang iq pimpin saat ini.

Dia berharap akan berdampak positif, baik untuk sekolah sendiri maupun untuk para lulusan SMK.

“Selama ini sekolah kami menggandeng perusahaan-perusahaan besar seperti Nasmoco, Yamaha, dan lainya.” ujar Mardianto.(DHANI)

Posted in: Pendidikan