By 14 October 2018

5 Wisudawan Raih IPK Tertinggi di Wisuda ke 3 Universitas Peradaban Bumiayu

Prosesi wisudawan angkatan ke 3 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB)

BREBESNEWS.co – Sebanyak 5 wisudawan/ wisudawati berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dan mendapatkan gelar Cumlaude pada Sidang Terbuka Senat Wisuda Sarjana angkatan ke III Univeraitas Peradaban Bumiayu (UPB).

Acara wisuda dilaksanakan di aula kampus UPB, Minggu siang (14/10/2018).

Andi Riva Humas UPB mengatakan, Kelima orang ini merupakan 67 dari 217 wisudawan/wati yang mendapatkan gelar cumlaude.

Mereka adalah Lizia Amanda dari prodi PMat dengan nilai IPK tertinggi 3,92, Helma kusumawati dari Prodi PGSD dengan nilai IPK 3,91, I’i Atikasari dari Prodi PBI dengan nilai IPK 3,86 kemudian Ari Nur Hikmah dari Prodi Managemen dengan nilai IPK 3,74 dan Ismi Rakhmakhayati dari Prodi Akutansi dengan nilai IPK 3,84.

“Dari sejumlah 217 Wisudawan/wati itu terbanyak berasal dari jurusan PGSD yakni sebanyak 113 orang, jurusan PBI sebanyak 27 orang, jurusan PMAT sebanyak 26 orang, jurusan Akuntansi 18 orang, dan Mahasiswa 33 orang,” papar Andi.

Acara Wisuda yang digelar dalam sidang senat terbuka tersebut, juga di isi dengan orasi ilmiyah oleh Mantan Menteri Luar Negeri era Presiden SBY Dr Nur Hassan Wirajuda.

Dalam orasinya Hasan menyoroti tentang Peran Perguruan Tinggi serta Peluang dan Tantanganya di Era Globalisasi.

Dalam orasi ilmiyah itu DR.Hassan menyampaikan, di era regionalisasi dan globalisasi dewasa ini universitas harus bisa menjadi bagian dari solusi masalah yang dihadapi bangsa ini, terutama dari segi pengembangan daya intelektual, pemikiran-pemikiran, serta riset dan teknologi.

“Perguruan tinggi dituntut mampu melakukan adaptasi orientasi pendidikanya guna melahirkan lulusanya di era seperti sekarang ini, yang pasarnya tidak hanya di Indonesia tetapi juga regional dan juga global,” kata Hassan.

Menurutnya, Perdagangan
internasional merupakan satu masalah yang aktual secara nasional, regional, dan global.

Perdagangan adalah komponen penting dari pembangunan ekonomi dimana mempunyai sumbangsih yang besar bagi penerimaan negara atau Gross Domestic Product (GDP) dan penciptaan lapangan
kerja.

“Perdagangan bukanlah sekedar pertukaran barang dan jasa semata.
Tapi dia merupakan titik paut hubungan antar bangsa baik dari segi
peradaban, budaya, agama, bahasa, ilmu pengetahuan, dan teknologi”, ungkapnya.

Untuk itu Hassan berpesan kepada wisudawan untuk terus belajar dan belajar serta tingkatkan kemampuan membaca 450 halaman per hari, seperti diwajibkan oleh Harvard University (Harvard Law School) pada mahasiswanya.

“Pendidikan anda tidak berakhir dengan wisuda. Pendidikan adalah long-life education,” pungkasnya.
(DHANI)

Posted in: Pendidikan