By 16 October 2018

Diduga Selewengkan Dana BOS 2 Milyar Lebih, Kepsek dan Wakasek SMK di Bumiayu Ditahan

Kajari Brebes Transiswara Adhi dengan didampingi Kasi Pidsus saat memberikan pres relese soal penyelewangan dana BOS di SMK Bumiayu

BREBESNEWS.co – Diduga ada penyelewengan dan Biaya Operasi Sekolah (BOS), hingga 2 milyar lebih, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMK ‘ Kerabat Kita ‘ Bumiayu Kabupaten Brebes ditahan Kejaksaan Negeri (kejari) Brebes,

Keduanya, yakni Suhirman (55) selaku kepala sekolah dan wakil kepala sekolah Sugiarto (52).

Berdasarkan relese yang dibacakan langsung Kajari Brebes Transiswara Adhi, Senin siang (15/10/2018) menyebutkan, dana BOS yang diterima SMK tersebut selama rentang waktu 2015-2017 yakni Rp 4,963 miliar.

Sesuai dengan hasil audit Inspektorat Kabupaten Brebes, nilai kerugian negara dari kasus ini, hampir setengahnya yakni Rp 2,053 miliar.

“Pada saat penyidikan, kejaksaan berhasil mengamankan uang sebesar Rp 594,700 juta,” ungkap Transiswara.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Brebes, Arie Chandra Dinata Noor, yang turut mendampingi Kajari, menyatakan dari penyalahgunaan dana BOS itu di antaranya diperuntukan untuk membayar gaji ke-13 para guru.

“Kemudian, digunakan untuk pembangunan fisik sekolah, pembeliahan tanah bagi sekolah dan ada juga dana yang dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelas Arie.

Kepala sekolah merupakan penanggung jawab pelaksanaan dana BOS. Sedangkan wakil kepala sekolah sebagai pelaksana program BOS.

Arie menerangkan, dalam modusnya, kepala sekolah memerintahkan bendahara sekolah memindahkan uang BOS dari giro tabungan ke rekening sekolah.

“Uang BOS kan ditransfer dari pusat menggunakan giro. Jadi, uang dipindahkan dulu ke rekening sekolah. Sehingga kalau dicek di giro itu ada pengurangan jumlah yang pastinya dikira ada penyerapan sesuai penggunaan,” ucapnya.

Ketika dipindahkan ke rekening sekolah, uang BOS digunakan tidak sesuai peruntukan teknis namun disalahgunakan dengan membayar gaji ke-13 guru dan tenaga kependidikan, bangun ruang kelas baru, pavingisasi, membangun masjid, pembeliaan tanah, serta honor guru dan kepala sekolah.

“Padahal mengacu kepada petunjuk penggunaan dana BOS, dana tidak boleh dipindahkan ke rekening bank untuk dapat dibungakan,” ucap Arie lagi.

Kooperatif

Sementara itu, kuasa hukum kedua tersangka, Fajar Putra Sanjaya saat dihubugi via telepon soal penahanan kedua Kepsek dan Wakasek SMK Kerabat Kita mengatakan, pihak yayasan sudah berkomitmen untuk menyelesaikan dan membayar kerugian negara yang timbul.

“Bahkan, saat ini sudah ada sekitar Rp 540 juta yang dikembalikan oleh pihak sekolah dan sekitar 50 juta oleh pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS),” jelasnya.

“Pada prinsipnya, kedua kliennya dan yayasan ada itikad baik untuk bertanggung jawab atas kerugian negara yang ditimbulkan,” imbuh Fajar.
Menurut Fajar, penahanan itu merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan itu menjadi kewenangan kejaksaan.

Pihaknya tetap mengikuti proses hukum yang berlangsung. Jika nanti ada pihak lain yang terlibat dalam kasus itu akan dibuktikan di persidangan.

“Prinsipnya, dua klien kami sudah bersedia kooperatif untuk mengikuti proses hukum yang ada,” imbuhnya. (AFiF.A)

Posted in: Hukum