By 15 October 2018

Film ‘Kemanakah Pusaraku’ Karya Wong Brebes Dapat Penghargaan di FFP Jogja

Sutradara film dokumenter ‘Kemanakah Pusaraku’ saat menerima penghargaan di festival film puskat Jogjakarta

BREBESNEWS.co – Film Dokemter karya sineas asal Brebes, Jawa Tengah, meraih penghargaan dalam festival film Puskat (FFP) ‘Ruedi Hofmann Media Awards’ 2018.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan, Minggu malam, 14 Oktober 2018, di Studi Audio Visual Puskat, Yogyakarta.

Film berjudul ‘Kemana Pusaraku’ menjadi nominator bersmaa 11 film lainnya usai bertarung dengan 76 karya film yang terdiri dari 45 film dan 31 film dokumenter dari berbagai provinsi di Indonesia.

Fiom berdurasi 18 menit iti diproduksi RAS Picture, sineas Brebes. Produser dan penulis naskah Kuntoro Tayubi.

Sang sutradara, Rio Saputra mengatakan film ini menceritakan perjuangan warga Brebes yang sedan mencari keadilan.

“Sesuai tema FFP ‘mencari keadian membangun kedamaian’, film dokumenter ini diproduksi dengan konsep dokumenter investigasi,” kata Rio lewat relese yang dikirimkan kepada BREBESNEWS.co, Senin (15/10/2018).

Menurut Rio, jumlah penduduk Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hampir mencapai dua juta. Namun ironis, Brebes belum memiliki tempat pemakaman umum (TPU) untuk mengakomodasi warga penghayat atau penganut aliran kepercayaan.

Hal ini menjadi pemicu konflik horizontal terkait aliran kepercayaan atau penghayat yang hendak memakamkan warganya.

Sampai beberapa warga penghayat Sapto Darmo, sering menerima perlakuan diskriminatif dari warga soal lahan pemakaman.

“Jasad warga penganut aliran penghayat Sapto Darmo saat mau dimakamkan sering terjadi penolakan oleh warga setempat,” ungkapnya.

Ketua Panitia FFP, Murti Hadi Wijayanto, mengatakan Film “ Kemanakah Pusaraku ?” Produksi RAS Pictures Brebes” terpilih menjadi salah satu dari 12 nominator untuk Kategori Film Cerita Film Dokumenter.

Ke-12 Nominator ini terdiri dari 6 Nominator Film Cerita Pendek dan 6 Nominator Film Dokumenter.

“Semua film sangat bagus. Para juri pun sempat bingung menentukan film terbaik di antara film yang sudah masuk kategori baik. Jadi yang menang adalah yang terbaik dari yang baik,” ungkapnya.

Rangkaian Puncak Acara FFP 2018 dilaksanakan pada hari Jumat- Minggu, 12- 14 Oktober 2018, di Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta.

Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan masterclass, Pengarah Sinematografi Terbaik FFI, Yudi Datau dan Sutradara/Produser/Penulis Naskah Film Ziarah, BW Purbanegara.(AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi