BrebesNews.Co 14 October 2018 Read More →

Kekeringan, PDAM Droping Air Bersih 5 Desa di Brebes Selatan

Droping air bersih oleh PDAM Bumiayu atasi kekeringan di 5 desa

BREBESNEWS.co – Musim kemarau yang melanda saat ini membuat sejumlah wilayah di Brebes selatan sudah mulai mengalami kekeringan.

Kekeringan ini mengakibatkan sumur warga mulai mengering dan mengalami krisis air bersih.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Brebes belum lama ini telah melakukan droping air bersih di beberapa desa diwilayah selatan.

Direktur PDAM melalui Kabag Humas dan Pelanggan PDAM Brebes, H.Muflikhin ST mengatakan, sejauh ini PDAM telah mendapatkan laporan krisis air bersih disejumlah desa di wilayah selatan dan sesuai permintaan dari warga melalui desa setempat.

“Droping air bersih yang telah kami dilaksanakan di lima desa antaranya, di Desa Galuhtimur Kecamatan Tonjong, Desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung, Fesa Penggarutan dan Desa Jatisawit serta Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu,” kata H. Muflikhin, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, upaya droping air bersih ini, sengaja dilaksanakan hanya di desa yang mengalami krisis air bersih saja dan bagi mereka yang meminta droping air bersih kepada PDAM.

Sehingga diharapkan bagi warga yang mengalami krisis air bersih, seyogyanya cepat-cepat melaporkan kedesa setempat guna segera meminta bantuan droping air dari PDAM.

Pihaknya juga telah menyiapkan beberapa mobil tangki berisi air bersih ke sejumlah wilayah desa yang saat ini mengalami kekeringan/ krisis air bersih.

Mobil itu sudah stand by di Kantor PDAM Kabupaten Brebes dan siap melakukan droping jika sewaktu-waktu ada permintaan dari desa yang warganya membutuhkan air bersih.

“Setelah adanya pengajuan bantuan droping dari warga melalui desa, maka mobil tangki itu langsung kita luncurkan ke wilayah desa yang mengalami air bersih akibat musim kemarau,” terangnya.

Kepala IKK PDAM Bumiayu, Anis Syafarudin menyatakan, pihaknya selama ini baru melakukan droping air bersih di beberapa pelanggan yang mengalami masalah suplai air seperti di dukuh Munggang desa Jatisawit dan Dukuh Talok Desa Dukuhturi kecamatan Bumiayu.

“Kondisi tersebut, karena Sumber mata air yang digunakan untuk memasok air ke pelanggan seperti di tuk podol dan Bulakan debit airnya mulai menyusut. Dimana dituk Bulakan debit air normal 25 liter per detik, namun sekarang hanya 15 liter per detik,” ungkap Anis.
(DHANI)

Posted in: Sosial