By 26 October 2018

Warga Miskin Klampok Protes Soal Pembagian Bantuan Ayam

ilustrasi

BREBESNEWS.Co- Bantuan 50 ekor ayam beserta pakan dan kandang bagi 28.600 rumah tangga miskin (RTM) yang berada di 4 kecamatan Kabupaten Brebes, kini justru menimbulkan polemik di masyarakat.

Bantuan yang bersumber dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sekitar Rp 100 miliar itu, dinilai tidak tepat sasaran.
Padahal, bantuan ayam sebagai satu cara pemerintah membuat gebrakan guna mengentaskan kemiskinan di desa,seperti hanlnya di Brebes.

Satu RTM penerima bantuan mendapatkan 50 ekor ayam berumur satu bulan, satu unit kandang senilai Rp 500 ribu, satu paket pakan ternak dan obat hewan.

Warga mampu

Penyaluran program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) itu, dipermasalahkan warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes, misalnya.

Di daerah itu justru ditemukan beberapa warga yang dinilai mampu,mendapatkan bantuan tersebut.

Di wilayah RT 03 RW 06 Desa Klampok misalnya, sejumlah warga yang memiliki rumah berkeramik dan tergolong bagus mendapatkan bantuan tersebut.
Ada juga rumah yang berlantai dua, berlantai keramik dan memiliki usaha warung juga merupakan warga penerima.

Sesuai ketentuan bantuan itu hanya diperuntukan bagi warga miskin.

Seorang warga, Rachmad (48) kepada BREBESNEWS.co, Kamis (25/10/2018) mengaku tidak mendapatkan bantuan ayam dalam program tersebut.

“Bisa dilihat rumah saya. Lantai belum keramikan. Dinding masih terlihat batu bata seperti itu. Kami warga miskin tak dapat, itu kok yang kaya malah dapat,” ucap Rachmad,

Ketua RT 4 RW 6, Desa Klampok, Sobirin mengaku, jika di wilayahnya banyak warga kategori miskin tapi tidak menerima bantuan tersebut. Terlebih, hanya ada satu orang warganya yang menerima bantuan ayam dan kandang.

“Saya sendiri tidak tahu, kenapa banyak warga kurang mampu di RT saya tidak menerima bantuan ini. Sementara beberapa warga yang tergolong kaya di RT lain malah namanya terdaftar sebagai Penerima bantuan itu,” jelasnya.

Bahkan, warga juga mempersoalkan bantuan keuangan untuk pembuatan kandang, yang seharusnya senilai Rp 500 ribu per kandang, yang digunakan hanya Rp 400 ribu perkandang.

Untuk bantuan itu, Warga penerima hanya menerima bantuan dalam bentuk kandang ayam yang sudah jadi.

Terpisah, Kepala Desa Klampok, Sukwid, saat dikonfirmasi memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.

“Kami pihak desa tidak bisa menentukan siapa yang menerima bantuan. Mengusulkan saja tidak boleh. Jadi kami hanya diberikan nama- nama penerima bantuan. Data dari Dinas Sosial Kabupaten Brebes, ” kata Sukwid.

Di Desa Klampok, terdapat sebanyak 712 penerima bantuan ayam.
Terkait bantuan kandang yang hanya terealisasi senilai Rp 400 ribu, Sukwid menuturkan bahwa bantuan kandang seharusnya senilai Rp 500 ribu.

“Bahwa sesuai aturan, penerima hanya menerima bantuan berupa kandang bukan uang sebanyak Rp 500 ribu. Dikhawatirkan uangnya itu tidak jadi kandang, untuk keperluan lain,” jelasnya.

Dinas sosial

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati menjelaskan, untuk sasaran penerima bantuan ayam dan kandangnya itu berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang diverifikasi bersama antara Dinas Sosial, Kecamatan dan Desa.

Sedangkan untuk bantuan keuangan bagi pembuatan kandang langsung masuk ke rekening UPKK dan pelaksanaan pembuatan kandang dikelola oleh UPKK.

“Jadi yang menerima bantuan ini harus masuk dalam data di Dinas Sosial,” pungkasnya.(HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi