By 1 November 2018

Disayangkan, Ribuan Ayam Bantuan Kementan di Bumiayu Banyak yang Mati

Warga Adisana Bumiayu menunjukan ayam bantuan dari Kemeterian Pertanian RI yang mati mendadak

BREBESNEWS.co – Sungguh sangat disayangkan sebanyak ribuan ayam dari program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengalami mati mendadak, setelah beberapa hari diterima oleh Rumah Tangga Miskin (RTM) di wilayah Bumiayu.

Keluhan tersebut mengemuka, saat kegiatan sosialisasi pemeliharan ayam Jawa Super (Joper) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, Rabu (31/10/2018) diaula Kecamatan Bumiayu.

Berdasarkan data yang dihimpun serta pengakuan para kades menyebutkan jumlah ayam yang mati itu antara seribu sampai tiga ribu lebih perdesa.

Kades Adisana Komarudin MSi mengatakan, didesa Adisana untuk RTM yang berhak menerima bantuan ternak dari Kementan ini jumlahnya mencapai 382 RTM yang masing masing mendapatkan bantuan ayam sebanyak 50 ekor.

Dari jumlah RTM tersebut, baru sekitar 135 RTM yang sudah menerima bantuan pada tahap pertama dan sisanya nanti pada tahap berikutnya.

“Namun sayangnya ayam yang telah dibagikan itu banyak yang mengalami mati mendadak, dan jumlahnya hampir 40% dari jumlah yang diterima,” ujar Kades Komar.

Sekdes Adisana Hery Agus mencatat, hingga saat ini ayam ayam dari bantuan Kementan yang mati ini jumlahnya mencapai 3.152 ekor dari jumlah 6.750 ekor (total dari 135 RTM penerima -).

“Kematian ayam ayam ini diduga akibat stres saat pengiriman dan karena faktor umur ayam yang belum 4 minggu. Sehingga kondisi fisiknya masih lemah dan rentan hingga akhirnya mati,” ungkap Hery yang dibenarkan kades dan sekdes yang lain.

Pengakuan para kades menyatakan, sebenarnya para RTM ini sudah mentaati seluruh anjuran dan peraturan tentang kandang maupun pangannya.

Namun tetap saja dijumpai banyak ayam yang mati, untuk itu mereka berharap ada solusi yang akurat dari dinas terkait dan langkah antisipasi dari pihak pelaksana program.

Fenomena matinya ayam tersebut membuat para kepala desa yang warganya belum menerima bantuan tersebut berharap penyaluran berikutnya harus lebih baik dan sesuai yang dijanjikan yakni umur ayam minimal sekitar 4 minggu.

Kondisi ayam bantuan yang mati mendadak

Faktor kematian ayam

Menanggapi persoalan tersebut, Ir Gunanto dari DPKH Kabupaten Brebes menjelaskan, matinya ayam ayam ini memang banyak faktor yang mempengaruhi.

Diantaranya faktor lingkungan dan juga faktor ayam itu sendiri semisal kriteria umur ayam, tingkat stresing ayam, pemahaman SDM, belum cukupnya vaksin atau malah belum di vaksin dan banyak faktor lainnya.

“Jadi banyak faktor yang menyebabkan matinya ayam ayam tersebut dan kami akan melakukan investigasi kelapangan, terkait kasus ini,” kata Ir Gunanto yang juga Kabid sarana prasarana dan usaha peternakan DPKH Kabupaten Brebes.

Gunanto menyatakan, terkait matinya ayam ayam dari bantuan kementan tersebut, belum lama ini di kabupaten Brebes telah dilaksanakan rakor, yang menghadirkan Dinas peternakan, BBPTU Baturraden dan juga PPKom serta penyedia jasa. yang

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan, akan adanya penggantian ayam yang sakit dan mati. Penggantian itu tentunya jika disebabkan karena faktor tidak sehatnya ayam, bukan karena faktor lain.

“Untuk jumlah penggantian belum kami putuskan, masih kita bahas apakah seluruhnya atau hanya berapa prosen saja. Akan tetapi kami berharap dari penyedia jasa atau BBPTU Baturraden mau mengganti sejumlah ayam yang mati dari masing masing RTM,” pungkas Gunanto (DHANI)

Posted in: Serba Serbi