By 13 November 2018

Habib Luthfi : Indahanya Menutupi Kekurangan yang Kita Cintai

Habib Luthfi saat aca Maulid Nabi di Jamiiyah Rotib Saditan Brebes

BREBESNEWS.co – Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah.Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan mengajak kepada seluruh umat Islam untuk bersholawat.

Karena bila seluruh elemen masyarat bersholawat keberkahan akan datang.

Rahmat yang paling indah, menurut Habib Luthfi, adalah saat bersholawat bersama, berdzikir bersama dan berdoa bersama seperti yang dilakukan seperti sekarang ini.

“Dan Insyaallah keberkahannya akan menjaga kita didunia dan diakhirat,” tutur Habib Luthfi saat menyampaikan mauidhotul khasanah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad.SAW tahun 1440 H yang digelar Jamiyyah Rotib Brebes, di perempatan Saditan Brebes, Senin (12/11/2018) malam.

Habib mengingatkan kepada kita, agar mensyukuri apa yang kita dapatkan, seperti ketika memakan nasi harus bersyukur dan berfikir bagaimana bisa terjadinya nasi di hadapan kita. Jangan sampai mensia-siakan nasi walau sebutirpun.

Betapa para petani dengan kegigihannya menanam padi, termasuk yang melakukan proses masak jangan cuma bisanya mengkritik.

“Alangkah indahnya menutupi kekurangan yang kita cintai. Bohong bilang cinta kalau masih membuka aib orang lain,” tandasnya.

Habib juga mengajak untuk menanamkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Sebab dengan Berdzikir kepada Allah SWT dan bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW akan diberikan keberkahan yang berlimpah.

Selain Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya juga memberikan tausiyah Habib Soleh Al Atas (Pengasuh Ponpres Nurul Hidayah Bedug Pangkah Kab Tegal, KH Drs Dirjo Abdul Hadi (Brebes) Habib Abdullah Bin Talib Alatas (Pengasuh Jamiyyah Rotib Brebes), Habib Salim Bin Abdullah Alatas (pengasuh Jamiyah Rotib Brebes), KH Ahmad Athoilah yang kali ini mewakili Bupati Brebes.

Hormati Bendera Merah Putih

Sementara Ustadz Drs Dirjo Abdul Hadi menyampaikan arti pentingnya bela Negara. Indonesia selama 350 tahun dijajah Belanda dan selama 3,5 tahun dijajah Jepang, para pejuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan.

“Untuk itu wajib hukumnya menghormati bendera merah putih dan jangan mau diadu domba,” terang Ustadz Dirjo.
Menghormati bendera merah putih, menurutnya, bukan musrik karena menghormati bendera merah putih merupakan suatu penghargaan dan penghormatan, kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Peringatan Maulid Nabi dengan tajuk ‘Brebes Bersholawat’ dimeriahkan pula oleh Hadroh Jamaah Rotib Brebes.
Di sela acara, panitia memberikan Trofi dan Piagam Penghargaan kepada para pemenang Festival Lomba Lantunan Sholawat dan Hadrah Jam’iyah Rotib Brebes,

Juara Pertama Lantunan Sholawat diraih Grup Hadroh dari Jatibarang, Juara 2 Grup Hadrah Fastabiqul Qoirot asal Desa Siasem dan juara 3 diraih grup Hadrah Tholabul Hudha desa Buaran Brebes.

Ketua Panitia penyelenggara Hadi Budiono menjelaskan, acara tahunan ini dihadiri kuran lebih 1000 orang. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi