By 28 November 2018

Hari Jadi AD, Dua Warga Tonjong ini dapat Bantuan Kaki Palsu

Pelda Sugiharto foto bareng dengan penyandang disabilitas Wahyono di rumahnya

BREBESNEWS.co – Dua warga Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes yang mengalami disabilitas berupa amputasi kaki, sebentar lagi akan bisa tersenyum lagi, karena akan berjalan normal kembali. Pasalnya, mereka akan mendapatkan bantuan kaki palsu dari Kodam IV Diponegoro.

Keduanya adalah Wahyono (35) tukang cukur asal Dusun Desa Tonjong RT 001 RW 003 Kecamatan Tonjong.

Bersama Mufrodi (60) Dusun Balaikambang RT 001 RW 008 Desa Linggapura, mantan supir Bus Dedy Jaya yang mengalami kecelakaan, dan harus diamputasi pada pertengahan Maret 2018 lalu.

Akibat kecelakaan tersebut, Mufrodi terpaksa di amputasi hingga sebatas paha.

Keduanya dipastikan akan mendapat kaki palsu, setelah melaksanakan pengukuran kaki di bagian Kesehatan Kodam di Semarang pada Senin sore (26/11/18) kemarin,

Dengan diantar menggunakan kendaraan minibus Elf Kodim 0713 Brebes oleh Sertu Iskandar dan sopir Kodim, kini keduanya telah kembali ke Brebes dan berharap kaki palsu bantuan TNI akan segera jadi.

Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes melalui Pelda Sugiharto mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika atau hari jadinya pasukan Infanteri Angkatan Darat (AD) yang akan jatuh pada 15 Desember 2018 nanti, Kodam memberikan bantuan kaki palsu kepada masing-masing jajaran Kodim di wilayah Jawa Tengah.

“Mas Wahyono, dulu diamputasi setelah terjatuh dari kereta api yang ditumpanginya saat di Cirebon Jawa Barat pada tanggal 19 Maret 1995 silam,” tutur Sugiharto saat bertandang ke rumah Wahyono, Selasa (27/11/2018).

Setelah kecelakaan itu, lanjut Sugiharto, ia dibawa ke salah satu rumah sakit di Bandung bertepatan dan satu rumah sakit dengan Almarhumah Nike Ardilla yang meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas tunggal saat menabrak beton di Bandung.

“Keterbatasan ekonomi lah yang memaksanya harus rela berjalan dan beraktivitas menggunakan tongkat selama ini,” ungkap Sugiharto, Bintara tinggi yang juga pengagum lagu Bintang Kehidupan Almarhumah Nike Ardila ini.

Diketahui, guna mencukupi kebutuhan keluarganya, lelaki 35 tahun tersebut mengaku berpenghasilan kurang lebih 20 ribu per-hari dan terkadang tidak sama sekali dari hasil menjual jasanya sebagai tukang cukur rambut untuk menghidupi istri dan kedua orang anaknya.

Wahyono juga berharap bantuan pinjaman lunak guna menambah usahanya. (AFiF.A)

Posted in: Sosial