By 2 November 2018

Protes Odong-odong, Puluhan Sopir Angkot Geruduk Polsek Bumiayu

Para sopir dan pengusaha Angkot Bumiayu saat menyampaikan keberadaan odong-odong kepada petugas kepolisian dan dinas perhubungan setempat di Mapolsek Bumiayu

BREBESNEWS.co – Sedikitnya puluhan pengemudi dan pengusaha angkutan mobil secara tegas menolak beroperasinya odong odong dijalan raya.

Pernyataan keras itu disampaikan mereka saat mediasi antara pengusaha angkutan dan pengusaha odong-odong, Jumat (02/11/2018) di kantor polsek Bumiayu.

Mediasi yang dilaksanakan di mapolsek Bumiayu ini, berlangsung tegang. Karena langsung menghadirkan pihak pengusaha odong odong, pengemudi angkutdes, pengusaha angkutan dan Dinas Perhubungan kabupaten Brebes serta perwakilan satlantas polres Brebes.

Ketua paguyuban angkutdes Bumiayu, Slamet gendut mengatakan, pertemuan kali ini guna meminta kejelasan status odong odong yang kerap beroperasi di jalan raya dan pertemuan ini kelanjutan dari beberapa kasus ditemukannya odong odong yang tengah mengangkut penumpang.

Mereka para pengemudi angkutan yang secara resmi memiliki ijin, secara tegas keberatan dengan beroperasinya odong odong di jalan raya.

“Ini tidak boleh dibiarkan, Kami yang memiliki ijin trayek dan kami juga bayar pajak. Sementara odong odong itu tidak ada ijinnya, malah bebas berkeliaran ditrayek kami. Kami minta polisi dan Dishub bisa bersikap tegas, karena secara aturan tidak dibenarkan odong odong mengangkut penumpang,” ungkap Slamet.

Sementara Heni pengusaha odong-odong mengakui usahanya itu memang tidak memiliki ijin, namun dirinya meminta kebijaksanaan kepada semua pihak agar ada kelonggaran.

Karena sebenarnya odong odong miliknya itu baru beberapa hari beroperasi lagi setelah sebulan lamanya parkir digarasi.

“Karyawan kami punya keluarga dan butuh penghasilan. Sehingga kami mohon kebijaksanaanya kepada polisi, Dishub dan para pengemudi angkutan, agar odong kami diperbolehkan jalan lagi,” pinta Heni.

Eki Barlian perwakilan Dinas Perhubungan kabupaten Brebes secara tegas menyatakan, jika mengacu pada aturan, apapun alasannya odong odong memang tidak diperbolehkan mengangkut penumpang apalagi beroperasi dijalan raya.

Karena aturannya sudah jelas pada Undang undang no 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, kemudian pada peraturan pemerintah no 74 tahun 2014 tentang angkutan jalan, bahwa odong-odong tidak boleh mengangkut penumpang.

“Ini jelas bentuk pelanggaran dan wajib ditindak oleh pihak polisi lalulintas, karena ini aturan,” Terang Eki.

Kaposlantas Bumiayu, Aipda Adi mardiyanto SE menegaskan, mengacu pada aturan yang berlaku pihaknya akan berlaku tegas terhadap angkutan apapun semacam odong odong, bentor, dan motor roda tiga yang bukan angkutan umum, karena ini berbahaya bagi keselamatan manusia.

“Jika masih dijumpai, maka kami akan tilang dan kami tahan kendaraannya di kantor,” pungkas Adi.
(DHANI)

Posted in: Serba Serbi