By 1 December 2018

4 Bulan Pasca Pengeringan, Bendungan Notog Kembali Dibuka

Pelepasan 2000 bibit lele berbarengan dengan peresmian pembukaan bendungan Notog Songgom

BREBESNEWS.co – Pasca pengeringan selama empat bulan dalam rangka perbaikan pintu dan saluran, kini Bendungan Notog Songgom kembali di buka oleh Bupati Brebes Idza Priyanti.

Pembukaan Pintu Air Bendung Notog Songgom tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penekanan tombol
elektrik bukaan pintu air, Sabtu (1/12/2018).

“Dengan rahmat Allah SWT, Bismillahirokhmanirohim pintu air bendung notog kami buka,” ucap Idza Priyanti.

Bupati berharap, dengan dibukannya kembali pintu air  ini, para petani bisa kembali menikmati aliran air dari bendungan Notog tersebut dan kembali beraktivitas tanpa harus mengebor air tanah.

Setidaknya, bendung tersebut mampu mengaliri lebih dari 25.180 hektar ladang dan sawah yang disalurkan melewati 60 saluran sekunder.

Dari Pintu Air Bendung Notog yang merupakan aliran Sungai Pemali, akan mengaliri 9 kecamatan yang terbagi ke dalam dua jenis saluran sekunder  yaitu Pemali Kanan meliputi 30 saluran sekunder, dan Pemali Kiri meliputi 30 saluran sekunder.

Dibukanya Pintu Air Bendung Notog, lanjut Idza, diharapkan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Brebes, khususnya yang di aliri oleh Sungai Pemali.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa memasuki tahun politik 2019 dengan digelarnya Pemilu Presiden, dan Pemilu
Legislatif jangan sampai menimbulkan perpecahan.

“Kita harus kompak untuk membangun Kabupaten Brebes, meski beda pilihan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kabupaten Brebes Agus
Asy’ari menjelaskan, rehabilitasi Pintu Air Bendung Notog aliran Sungai Pemali sekunder memakan waktu 4 bulan, serta menghabiskan dana sebesar Rp 250 miliar.

Rehabilitasi daerah irigasi Pemali merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BWSPJ), dan telah beberapa kali di rehabilitasi (perbaiki).

Seperti rehabilitasi Talang Poncol sejak 2015 dan rehabilitasi daerah irigasi Pemali yang dilakukan secara bertahap pada tahun 2016 hingga 2018.

“Besar harapan kami, dalam rangka peningkatan kinerja daerah irigasi pemali, pemerintah pusat
melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dapat mengalokasikan anggaran pada tahun 2019 untuk dapat me-rehabilitasi Daerah Irigasi Pemali yang tidak tertangani pada tahun 2018,” desak Agus Asy ari.

Usai pembukaan Pintu Air Bendung Notog, Bupati beserta Sekda Brebes Emastoni Ezam melakukan penebaran sebanyak 2000 benih ikan lele untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Pemali.

Bupati juga menyerahkan bantuan insentif secara simbolis kepada 500 Ulu-ulu (pengatur jalur irigasi). (AFiF.A).

Posted in: Serba Serbi