By 7 December 2018

Pemilihan Kepala Desa Brebes akan Gunakan E- Voting

Aris Laode Vindar, Kabag Pemerntahan Desa Setda Brebes

BREBESNEWS. co – Pilihan kepala desa tahap 2 bakal berbasis sistem elektronik atau E voting. Sistem E voting dinilai efiesien anggaran dan waktu dalam pilkades.

“Kita akan sosialisasikan sistem E -voting kepada warga.Pemkab sudah melakukan kordinasi dan simulasi terkait sistem E- voting bersama instansi terkait PMD, Disdukcapil dan Satpol PP,”ujar Kabag Pemdes Setda Brebes Aris Laode, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (6/12/2018).

Pemilihan kepala desa secara elektronik kemudian tahapan yang berikutnya setelah tahap regulasi adalah tahapan sosialisasi.

Pemkab berkerjasama dengan pihak BPPT Bandung juga orientatasi dengan pihak Kabupaten pemalang yang terlebih dahulu melaksanakan Pilkades sistem E voting.

“kita bekerjasama dengan BPPT,Badan penerapan pengkajian teknologi yaitu badan lembaga milik pemerintah yang bertugas untuk mengurusi penerapan pengkajian teknologi yang memiliki sertifikat alat-alat e-voting di Indonesia,” kata Laode Vindar.

“Selain tu dan kami bekerjasama dengan studi orientasi dengan Kabupaten Pemalang yang sudah lebih dulu melaksanakan pemilihan kepala desa secara elektronik atau secara voting,” lanjut Mantan Camat Ketanggungan  itu.

Satu set perangkat e-Voting terdiri dari lima alat. Sebuah komputer khusus dipakai untuk menampilkan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Datanya berasal dari panitia pemilihan. alat kedua disebut pembaca Kartu Tanda Penduduk (KTP Reader) bikinan PT INTI. Pemilih cukup menempelkan KTP lalu diverifikasi oleh sidik jari telunjuk kiri atau kanannya. Selanjutnya ada komputer generator, yang berfungsi membuka akses sistem pemilih ke bilik suara.

Pembuka akses itu berupa kartu plastik yang disebut Smart Card. Bentuknya seperti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Isi kartu itu berupa data digital. “Semacam password untuk pemilih masuk ke sistem e-Voting,” ujar Suwandi.

Setelah itu pemilih masuk bilik suara yang telah dipasangi monitor komputer berlayar sentuh bergambar para kandidat kepala desa.

Selain itu ada fitur untuk mengulang jika pilihannya ingin diganti, juga suara kosong bagi pemilih yang abstain atau tidak memberikan suaranya di bilik suara.

Hasil pemilihan seketika muncul setelah proses pemilihan dinyatakan selesai. Alat terakhir yaitu thermal printer. Perangkat itu mencetak hasil pilihan pemilih dan kode digital lain. Tanpa nama pemilih ikut tercantum, kertasnya dikumpulkan dan disimpan serta dijaga kerahasiannya. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi